Tahapan Pilkades Dimulai, Panitia Diminta Cermat

Tresnahadi (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Panitia pemilihan kepala desa (pilkades) mulai melakukan tahapan awal berupa penyerahan berkas administrasi bakal calon kades.

Tahapan ini mulai dilakukan menyusul pelaksanaan pilkades akan dilakukan bulan Oktober mendatang. Proses administrasi diharapkan para panitia bisa melakukan secara cermat terhadap berkas-berkas, terutama pada ijazah sekolah bakal calon. “Saat ini, panitia pilkades di masing-masing desa sedang melakukan penyerahan berkas administrasi bakal calon. Maka dari itu, kami meminta supaya verifikasi berkas ini dilakukan secara cermat dan serius, agar tidak terjadi protes,” imbuh Kabag Pemerintahan Setda Lombok Utara Tresnahadi kepada awak media di kantor bupati, kemarin (26/7).

Salah satu berkas administasi yang ditekan mantan Camat Kayangan ini adalah ijazah sekolah. Mulai dari jenjang SD hingga jenjang terakhir para calon. Sebab, pihaknya tidak menginginkan adanya permasalahan hukum yang ditemukan di kemudian hari. Berdasarkan informasi yang diperoleh, ada beberapa bakal calon yang ijazahnya harus diverifikasi ke luar daerah. Seperti salah satu bakal calon Kades Akar-Akar yang ijazah SD-nya di Riau. Kemudian, salah satu bakal calon Kades Sokong ijazahnya di Makasar. “Tentu panitia harus meminta surat keterangan dari sana secara faktual,” tandasnya.

Dikatakan, khusus Desa Sokong, panitia akan melakukan tes terhadap bakal calon. Sebab, pendaftar ada tujuh orang. Tes ini untuk menjaring lima nama yang nanti akan menjadi balon.  Terkait jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di masing-masing desa menyentuh angka ribuan orang. Dengan DPT terbanyak di desa Sokong yakni menyentuh angka 7468 orang. Sedang DPT terendah yakni di desa Teniga, hanya 1772 orang.

Untuk mengantisipasi terjadi kerawanan pada saat pemilihan maupun sesudahnya, pemerintah sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam hal ini Polres Lombok Utara. Selain itu, pemerintah juga mengimbau warga agar tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu yang ada.

Ia menyebutkan, enam desa ini tersebar di Kecamatan Bayan ada dua desa yaitu Desa Loloan dan Desa Akar-Akar, Kecamatan Tanjung ada tiga desa yatu Desa Medana, Desa Sokong, dan Desa Teniga, dan Kecamatan Gangga ada satu desa yaitu Desa Sambik Bangkol.

Untuk pembiayaan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 250 juta untuk membiayai pelaksanaan pilkades. Dana ini akan diperuntukan bagi enam desa untuk menanggung biaya logistik.  “Kita sudah menyiapkan anggaran di APBD murni sebesar Rp 250 juta untuk pengadaan logistik. Anggaran sebenarnya masih kecil, tapi nanti kita akan mengaturnya,” jelasnya.

Anggaran sebesar ini akan diperuntukan pengadaan kotak suara, model kertas, paku dan bantal. Karena pelaksanaan pilkades ini masih dilaksanakan secara manual sesuai Kemendagri Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa. Sementara untuk honor panitia, KPPS, pemutakhiran data dan keamanan telah dianggarkan di masing-masing APBDes bagi desa yang menyelenggaran pilkades. ‘’Kita sudah patok Rp 35 juta per desa,’’ terangnya. (flo)