Tagihan PJU Pemkot Capai Rp 28 Miliar

PJU : Salah satu lampu PJU di Kota Mataram yang belum dimeterisasi. Titik ini berada di Jalan Gajah Mada Pagesangan (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM– Tagihan pembayaran Penerangan Jalan Umum (PJU) Pemkot Mataram membengkak. Sampai bulan Oktober, tagihan yang dibayar ke PLN mencapai angka Rp 28 miliar.

Kepala Dinas Pertamanan H. Kemal Islam mengatakan, sampai saat ini biaya PJU terus meningkat. Salah satu faktor yakni masih banyakanya titik lampu yang belum dimeterisasi serta banyaknya kasus pencurian listrik. “ Sehingga pembayaran tetap dibebankan ke daerah,” katanya kepada Radar Lombok kemarin.  

Meski diakui terjadi penurunan pembayaran tagihan PJU antara Rp 1,8 miliar dan Rp1,9 miliar per bulan sebagai dampak positif dari penggantian beberapa titik lampu menggunakan bola lampu LED yang hemat energi. “ Kalau semuanya meterisasi bisa kita hemat, pembayaran paling hanya Rp 26 miliar,” ungkapnya.

Kemal merinci, dari sekitar dua ribu titik PJU yang ditargetkan akan terpasang tahun 2016, sekitar 500 unit menggunakan jenis lampu LED, selebihnya masih pakai lampu biasa. Ia mengatakan prioritas pemasangan PJU tahun 2016 adalah di sepanjang jalan lingkungan yang banyak dibutuhkan masyarakat, serta melengkapi fasilitas jalan yang telah dibuka oleh pemerintah. “Kalau jalan-jalan utama seperti jalan nasional dan jalan provinsi rata-rata sudah terpenuhi, kecuali di wilayah perbatasan,” katanya.

Karena itulah sambungnya, sebanyak 500 unit PJU jenis LED itu akan dipasang di sejumlah titik di perbatasan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Bara seperti di kawasan Rembiga-Gunung Sari, Mapak-Kuranji, Gerimak-Narmada dan Dasan Cermen-Labuapi. “ Di wilayah perbatasan itu, jumlah PJU masih kurang maksimal, karena itulah tahun ini kami tambah agar wilayah perbatasan bisa terlihat jelas,” ungkapnya.

Pada intinya pajak penerang jalan (PPJ) dari PLN yang diterima dalam satu tahun sebesar Rp 34   miliar, masih bisas surplus Rp 6 Miliar. Untuk tunggakan tidak pernah ada. Ia juga berharap PLN konsisten terkait lampu penerangan jalan di Kota Mataram, jangan sampai dipadamkan.

Sementara itu anggota Komisi III DPRD Kota Mataram H. Husni Thamrin meminta dinas terkait fokus pada PJU di dalam lingkungan. Saat ini banyak laporan dari masyarakat PJU yang tidak berfungsi. Ia berharap supaya lampu penerang jalan di lingkungan di utamakan. Karena ini bersentuhan langsung sama masyarakat.(dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid