Tabung Gas Meledak, Nenek dan Cucu Terbakar

TERBAKAR : Korban ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram saat menjalani perawatan di Puskesmas Jerowaru. ( JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG – Ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram terjadi di Dusun Sehawe Desa Pandanwangi Kecamatan Jerowaru, sekitar pukul 20.00 Wita, Minggu (10/1). Kejadian ini menyebabkan Inaq Fatimah, 55 tahun, dan cucunya Alfin, 7 tahun, warga setempat mengalami luka bakar yang cukup serius.

Kedua korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi keduanya juga perlahan mulai membaik. Meski demikian, mereka masih harus menjalani perawan selama beberapa hari kedepan agar luka bakar yang dialami tidak semakin parah. “Dari dua korban ini , Inaq Fatimah mengalami luka bakar di wajah dan tangan. Yaitu dengan luka bakar 25 persen. Sedangkan cucunya  mengalami luka bakar di bagian  wajah, tangan dan kaki. Kondisi luka bakarnya sekitar 30 persen,” kata Kasubag Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Jaharuddin, Senin (11/1).

Diceritakan, kronologis kejadian ketika korban akan membutakan cucunya sambel. Tapi dia tidak menyadari jika selang tabung gas bocor. Ketika menghidupkan kompor, korban mencium keluar bau gas. Ia pun berupaya menutup selang yang bocor itu. Namun seketika api langsung menyambar. “Setelah itu cucunya Alfin langsung masuk ke dapur melihat neneknya. Tapi korban langsung  berupaya membawa cucunya keluar agar tidak ikut terbakar. Namun sayang cucunya itu juga akhirnya ikut terbakar,” imbuh dia.

Warga sekitar yang melihat kejadian ini langsung berupaya datang membantu. Mereka bergegas membawa cucu korban  ke puskesmas karena luka bakarnya cukup serius. Tak lama setelah itu, menyusul neneknya. “Untuk sementara ini kedua korban masih bisa ditangani Puskesmas Jerowaru. Mereka masih stabil. Namun jika kondisinya tidak ada perubahan, maka akan dirujuk ke rumah sakit,” tutupnya. 

Hal sama juga dikatakan Fatimah. Ketika kejadian cucunya tiba-tiba datang memeluknya dari arah belakang. “Cucu saya itu langsung tarik keluar.  Tapi api sudah mengenai cucu saya. Karena panik saya pun berupaya membuka baju sambil berusaha memadamkan api,” tuturnya.

Terpisah Haerul Watoni, perawat yang menangani korban menyampaikan luka bakar yang dialami korban masih kategori luka ringan. Sehingga untuk sementara ini masih bisa ditangani di puskesmas. Pihaknya akan berupaya untuk memberikan penanganan maksimal  terutama bagaimana kedua korban jangan sampai mengalami dehidrasi. “Orang yang terbakar cairan tubuh akan menguap keluar melalui jaringan kulit yang terbakar,“ singkat dia.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Jerowaru, Samsul Bahri Yusuf mengatakan, dari hasil pemeriksaan kondisi korban perlahan sudah membaik. Bahkan luka bakar yang diderita keduanya perlahan mulai mengalami perubahan. “Karena luka bakar 35 persen maka kita putuskan untuk ditangani di Puskesmas,’’ tandasnya. (lie/wan)