Tabrak Truk, Satu Pelajar Tewas, Dua Kritis

LAKALANTAS: Motor yang dikendarai tiga orang pelajar rusak parah setelah menabrak truk yang terparkir di jalan bypass Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Sabtu (9/1). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang menelan korban jiwa di Lombok Tengah tidak henti-hentinya terjadi. Kali ini, tiga orang  pelajar yang merupakan pengendara motor menabrak sebuah mobil truk yang terparkir di penggir jalan Bypass Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat.

Lakalantas yang terjadi Sabtu kemarin (9/1) ini membuat satu orang pelajar tewas. Sementara dua orang lainnya kritis sehingga harus  dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis. Tiga pelajar ini diketahui bernama Wahyu Ramdani, 13 tahun, berboncengan dengan Efendi, 12 tahun, dan Radit Efendi, 12. Ketiganya merupakan warga Desa Batujai Kecamatan Praya Barat.

Informasi yang diterima Radar Lombok, peristiwa nahas itu bermula saat tiga pelajar ini mengendarai sepeda motor. Mereka berbonceng tiga datang dari arah timur menuju barat (BIL-Gerung). Sesampainya di jalan bypass Desa Batujai, kendaraan yang ditumpanginya oleng. Korban tidak bisa mengendalikan kendaraanya hingga menabrak truk yang terparkir di pinggir jalan.

Kapolsek Praya Barat, AKP Hery Indrayanto ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laka lantas yang menelan korban jiwa tersebut. Ia mengungkapkan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita, Sabtu (9/1). Motor yang dikendarai Wahyu Ramdani bersama dua orang rekannya oleng dan tak bisa dikendalikan hingga akhirnya menabrak truk. Setelah mendapatkan laporan, polisi lantas bergegas menuju tempat kejadian perkara (TKP). Pihak polsek juga langsung berkoordinasi dengan Satlantas Polres Lombok Tengah untuk mengamankan berbagai barang bukti (BB) di TKP. “Korban yang meninggal dunia yang dibonceng paling belakang atas nama Radit Efendi. Kasus lakalantas ini telah diserahkan ke Satlantas Polres Lombok Tengah,” tegasnya.

Kasatlantas Polres Lombok Tengah, AKP Donny Wira Setiawan yang dikonfirmasi menimpali, kasus lakalantas ini cenderung mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Saat operasi di akhir tahun 2020 sampai awal 2021, setidaknya ada tiga kasus lakalantas dengan korban meningal dunia ada dua orang. “Itu terjadi dari 23 Desember 2020 sampai 1 Januari. Ada cukup peningkatan yang tinggi dibandingkan sebelumnya hanya satu kasus. Ironisnya yang menjadi korban saat ini, kebanyakan yang usianya di atas 40 tahun. Jadi lakalantas tidak memandang usia,” terangnya.

Ditegaskan Donny, selama ini edukasi terkait tertib berlalulintas harus tetap ada. Baik yang dilakukan dengan turun ke sekolah maupun dari media sosial (medsos). Sosialisasi ini penting dilakukan untuk memberikan edukasi tentang bagaimana cara berkendara yang baik dan lain sebagainya. “Upaya kami juga saat ini dengan pemasangan rambu dan penerang jalan. Terutama di jalan yang rusak dan tikungan yang tajam dan jalan licin. Untuk mengantisipasi hal ini, kita berharap agar penanaman diri dalam berkendara harus sesuai dengan aturan tetap menjadi pedoman,” imbaunya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaGempa Magnitudo 4.9 Guncang Lombok Utara
Berita berikutnyaJenazah Mahasiswi Ditemukan di Dasar Air Terjun