Tabrak Pohon Tumbang, Suami Tewas, Istri Kritis

SELONG—Pohon yang berada di pinggir jalan raya depan Kantor Camat Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) membawa petaka bagi pasangan suami isteri (Pasutri), Lalu Sunardi (40) dan istri, Nuraini (40), warga RT 2 Dusun Jorong Daya, Desa Wanasaba.

Saat itu, Pasutri dengan berboncengan sepeda motor ini hendak pergi ke Pasar Aikmel, Senin dinihari kemarin (29/8), sekitar pukul 05.00 Wita. Ketika sampai di depan Kantor Camat Wanasaba, tepatnya di samping gerbang kantor camat, Lalu Sunardi yang mengemudikan motor tidak melihat kalau ada pohon jenis flamboyan, dengan diameter sekitar 50 cm yang tumbang dan melintang di tengah jalan. Sehingga sepeda motor yang dikendarai kedua korban menabrak batang pohon tumbang tersebut.

Akibatnya, Lalu Sunardi langsung meninggal di tempat, sementara istrinya kini masih kritis, dan mendapat perawatan di rumah sakit.

Menurut salah satu sumber, pohon yang akarnya sudah rapuh ini tiba-tiba tumbang meski tidak ada angin sekitar pukul 04.00 Wita, atau sebelum subuh. “Pohon ini tumbang saat di masjid masih mengaji,” kata H. Zainul pada Radar Lombok, kemarin.

Pohon tumbang ini juga membuat kendaraan baik roda empat maupun roda dua dari dua arah juga tidak bisa melintas. Hingga kemudian warga berinisiatif untuk memotong dahan dan ranting, agar kendaraan bisa melintas. “Kendaraan yang melintas terpaksa antri, karena harus melalui trotoar akibat pohon menutupi seluruh badan jalan,” jelasnya lebih lanjut.

Sementara antrian kendaraan yang melintas dari dua arah sudah habis melintas, dan jalanan mulai sepi. Tiba-tiba korban yang datang dari arah utara dengan kecepatan cukup tinggi, dan membonceng istrinya menggunakan Vario DR 5330 LQ ini menabrak pohon yang membentang di jalan setinggi dada orang dewasa. Akibatnya, Lalu Sunardi yang mengalami luka parah pada bagian dada dan kepala, meninggal di tempat. Sementara istrinya yang juga luka serius pada bagian kepala kini masih kritis.

Pohon dengan tinggi sekitar 10 meter ini tumbang, dengan posisi batang pohon tidak seluruhnya jatuh ke aspal. Melainkan tertahan oleh cabangnya hingga seperti menggantung dengan tinggi sekitar 1 meter lebih dari atas aspal hingga pohon persis pada posisi dada dan kepala pengendara.

Meski korban menggunakan helm, namun karena luka parah tak mampu menyelamatkan nyawanya. Bahkan helm korban masih utuh dan sama sekali tidak rusak ataupun lecet. Demikian pula dengan kendaraan yang dipakai juga rusak ringan, hanya pada bagian lampu hingga sayap depan, sementara bagian lain masih utuh.

Saksi lain, H Nasir mengatakan jika warga baru mengetahui kejadian Lakalantas itu setelah dikabari oleh salah seorang sopir yang melintas dari arah Aikmel. “Pagi setelah kejadian ada sopir mobil berhenti di pertigaan pangkalan ojek dan mengabarkan kalau ada korban meninggal di depan kantor camat, dan belum berani ditolong warga,” tuturnya seraya menyampaikan, setelah mendengar itu, berbondong-bondong warga menuju TKP guna memberikan pertolongan.

Sedihnya lagi, istri korban yang kala itu hendak diantar ke pasar, menurut penuturan pihak keluarganya membawa uang sekitar Rp. 2 juta. Namun uang tersebut raib, dan diperkirakan diambil oleh warga yang saat itu ramai memberikan pertolongan dan juga menonton.

“Pohon-pohon ini memang sudah tua dan tidak ada manfaatnya. Mudaratnya saja yang besar, sehingga pemerintah harus menebangnya dan tidak perlu menunggu korban lebih banyak lagi,” sarannya.

Kapolres Lotim melalui Kapolsek Wanasaba, Iptu Wayan Darmawan saat dikonfirmasi di kantornya kemarin membenarkan hal tersebut, dan mengatakan pihaknya bersama dengan warga segera memberikan pertolongan begitu mendapatkan informasi dari masyarakat. “Korban mengalami kecelakaan tunggal menabrak pohon yang sudah tumbang, yang menghadang jalan sekitar pukul 05.00 Wita,” katanya.

Korban diperkirakan tidak melihat pohon membentang di tengah jalan akibat hari masih gelap, sehingga menabraknya. Korban diperkirakan mengalami benturan pada bagian kepala hingga mengakibatkan meninggal dunia di tempat.

Sementara Camat Wanasaba, Mawardi, SP mengatakan hendaknya kasus ini dapat menjadi referensi bagi pihak kabupaten, agar segera mengambil langkah nyata melakukan penebangan pohon-pohon yang membahayakan keselamatan warga dan pengendara di jalan.

“Saya sudah lama melalui Musrenbang dan sebagainya, telah mengusulkan hal ini. Akan tetapi sampai saat ini belum juga dilaksanakan,” jelasnya seraya membenarkan jika kondisi pohon sepanjang jalan dari Mamben Daya hingga pengkolan Wanasaba sudah tua-tua, dan harus dipotong atau tebang.

Sedangkan Kepala Kantor KKTK, Mulki mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemangkasan, bahkan penebangan bila memungkinkan, dan tentunya bila didukung oleh stakeholder terkait seperti Perhutani, Lingkungan Hidup, PLN, hingga BPBD. “Untuk sementara kita akan segera melakukan pemangkasan, sambil menunggu koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” singkatnya. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid