Syarat Administrasi Beres, PP IMI Izinkan MXGP 2024

MXGP LOMBOK: Para pembalap Motocross Grand Prix (MXGP) ketika berlaga di Sirkuit Selaparang Lombok, Kota Mataram, Provinsi NTB, tahun 2023 lalu.

MATARAM—Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) akhirnya mengeluarkan izin untuk menggelar event balap Motocross Grand Prix (MXGP) 2024, di Sirkuit Selaparang, Kota Mataram, dengan syarat PT. Samota Enduro Gemilang (SEG) lebih dahulu harus membayar biaya rekomendasi event kepada PP IMI.
Persyaratan PP IMI itu disampaikan langsung Ketua IMI NTB, dr Lalu Herman Mahaputra. “Iya memang, MXGP sudah dapat dukungan dari PP IMI (dengan syarat, red),” ungkap Ketua IMI NTB ini saat dikonfirmasi Radar Lombok, Rabu (19/6).

Namun dr Jack, sapaan akrab Direktur RSUP NTB ini enggan menyebutkan angka pasti utang yang dilunasi PT SEG ke PP IMI. Termasuk kewajiban PT SEG yang harus dibayarkan ke PP IMI untuk penyelenggaraan MXGP Lombok 2024.
Terpenting kata dia, izin penyelenggaraan event MXGP 2024 sudah keluar dari PP IMI. “Yang penting sudah keluar izinnya. Saya selaku Ketua IMI NTB akan meneruskan perintah (PP IMI) untuk mendukung kegiatan MXGP,” tegas dr Jack.

Ditegaskan dr Jack, pembayaran rekomendasi kepada PP IMI ini merupakan syarat administrasi jika hendak menggelar event balap Internasional di daerah. Bukan berarti karena IMI Pusat trauma PT. SEG kembali berhutang. “Memang secara administrasi begitu, harus dibayar dulu, baru keluar rekomnya,” kata dr Jack.

Secara tertulis dukungan terhadap pelaksanaan MXGP sudah dikeluarkan oleh PP IMI. Karena itu, IMI NTB akan meneruskan rekomendasi dari PP IMI itu untuk mendukung MXGP 2024 di Sirkuit Selaparang. Persoalan sisa utang SEG kepada IMI Pusat pada MXGP 2023, dipastikan sudah clear. Termasuk event MXGP 2024 juga sudah diselesaikan oleh PT. SEG. “Yang 2024 juga dibayar,” sebutnya.

Dijelaskan dr Jack, alasan dibatalkannya MXGP 2024 di Sirkuit Samota Sumbawa, murni karena masalah efisiensi. Karena jika event balap motor dunia ini tetap digelar di Sumbawa, maka butuh anggaran yang cukup besar.

“Kita memang berharap pennyelenggaraan dua event ada di (Sirkuit) Samota maupun di (Sirkuit) Selaparang. Tapi SEG sebagai pihak penyelenggara, ada perhitungan lain. Dan perhitungan ini utamanya masalah budgeting (pembiayaan). Jadi mungkin dari efisiensi biaya, maka dua seri itu akhirnya ada (berlangsung) di Lombok,” jelas dr Jack.

Menurutnya, event balap MXGP dilaksanakan dimanapun, yang penting bagi Rider (pembalap) adalah ada event untuk melaksanakan kompetisi. Adapun yang menjadi pembeda pada event MXGP 2024 seri satu dan dua di Sirkuit Selaparang kali ini hanya pada start dan finish-nya.

Meskipun Sirkuit Selaparang lebih kecil dibandingkan Sirkuit Samota di Sumbawa, namun dr Jack menyatakan bahwa obstacle atau rintangannya jauh lebih berat. “Sirkuit MXGP Selaparang memiliki panjang 1.600 meter, dan didesain dengan 12 rintangan, 16 tikungan, serta beberapa area jumping. Jadi saya pikir Sirkuit Selaparang ini luar biasa. Jangan melihat bahwa dia kecil dan sebagainya, tetapi beban (rintangan) oleh pembalap ini jauh lebih berat di (Sirkuit) Selaparang,” jelasnya.

Selain balapan MXGP lanjutnya, ada juga supporting event kejuaraan nasional balap motocross. Dimana menurut dr Jack, supporting event ini cukup bagus supaya pembalap nasional bisa menjajal sirkuit standar internasional.

Sementara Direktur PT Samota Enduro Gemilang (SEG), Diaz Rahmah Irhani membenarkan kalau rekomendasi untuk pelaksanaan event MXGP 2024 sudah keluar dari IMI Pusat. “Semua sedang dalam proses. Harapannya minggu ini baik dari rekomendasi IMI Pusat dan PKS (perjanjian kerja sama) kita dengan Angkasa Pura sudah clear, supaya dari sisi administrasi bisa diselesaikan minggu ini juga. Mengingat waktu yang semakin dekat,” ujarnya.

Diaz juga memastikan pajak pada event MXGP Indonesia 2024, tidak akan dibebankan kepada Pemprov NTB, karena PKS ini murni B to B (business to business) antara SEG dan Angkasa Pura I. Dimana dalam klausul PKS itu, parker akan dikelola oleh Angkasa Pura, berikut juga wise management dan pajak. “Dalam minggu ini kita usahakan seluruh kebutuhan administrasi bisa kita selesaikan. Mengingat kita juga sedang proses mengajukan izin keramaian di kepolisian,” pungkasnya. (rat)

Komentar Anda