Survei Poltrust, Pasangan SUKMA Masih Unggul di Pilkada Lotim

Elektablitas Lutfhi Terus Tempel Sukiman

Pasangan Sukma
Pasangan Sukma

SELONG — Lembaga survei Poltrust Consulting and Monitoring NTB mengeluarkan rilis hasil survei terhadap pasangan tiga kandidat bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung di Pilkada Lotim 2018 mendatang.

Ketiganya yaitu pasangan HM Syamsul Luthfi dan H Najamuddin Mustofa (BARU), pasangan HH Sukiman Azmy dan H Rumaksi (SUKMA) dan pasangan H. Haerul Warisin dan H Machsun Ridwainny (HARUM). Survei sendiri telah dilakukan mulai dari tanggal 7 sampai 13 Desember 2017 lalu.

Dari hasil survei tersebut, elektablitas pasangan Luthfi-Najamuddin terus menempel  pasangan Sukiman-Rumaksi (SUKMA). Elektabilitas pasangan Luthfi-Najam (BARU) mencapai 23,74 persen, kemudian Sukiman-Rumaksi (SUKMA) 29,65 persen, sedangkan Haerul- Machsun (HARUM) 13,44 persen. Sementara 19,60 persen menjawab rahasia, dan 13, 57 persen tidak memberikan jawaban. “Secara elektabilitas pasangan SUKMA masih unggul dibandingkan dua kandidat lain. Namun yang menarik, pasangan Luthfi – Najam semakin memepet pasangan SUKMA. Sehingg selisih dari kedua pasangan ini, 5,91 persen,” sebut Direktur Pusat Riset Poltrust, Ahmad Fatur dalam rilisnya, Minggu  kemarin (17/12).

Sedangkan tren tingkat elektabilitas masing-masing kandidat, baik itu bakal  calon bupati dan wakil bupati Lotim masih mengalami fluktuasi yang signifikan. Dimana laju elektablitas HM Syamsul Luthfi disebut semakin menguat, yaitu 28,64 persen. Sedangkan HM Sukiman Azmy 32, 79 persen. Selisih dari keduanya hanya 4,15 persen saja. Kemudian H Haerul Warisin tetap di posisi ketiga, yaitu 14,2 persen. Sisannya sebesar 24,25 persen masih belum menentukan pilihan. “Melihat angka yang masih belum menentukan pilihan. Maka ketiga calon itu masih sama-sama memiliki peluang yang besar untuk meraih electoral (pemilih) baru,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Golkar Protes Pembongkaran Baliho Suhaili

Selanjutnya untuk tiga kandidat calon Wakil Bupati, H Najamuddin Moestafa memperoleh elektabilitas sebesar 13,57 persen, kemudian H Rumaksi 22,24 persen, sedangkan H Machsun Ridwainny 13, 94 persen. “Haji Najamuddin dan Haji Machsun saling kerja, karena bedanya sangat tipis,” sebutnya.

Survei yang dilakukan Poltrus ini merupakan riset pertama untuk pelaksanaan pilkada di 2018 mendatang. Riset yang dilakukan lembaga ini melalui tatap muka dari rumah ke rumah terhadap 814 responden yang berusia 17 tahun ke atas. Dimana penyebaran sampel responden yang di survei tersebar di 254 desa dan kelurahan, mengikuti proporsi sebaran populasi penduduk Lotim yang ada di 20 kecamatan. Metode survei yang digunakan yakni stratified multi – stage random sampling, dengan tingkat margin error sebesar 3,2 persen, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. “Profil responden survei disesuaikan dengan kondisi demografi Lotim. Proporsi responden seimbang antara pria dan wanita,” terang dia.

Melihat dari hasil survei lanjutnya, tren peningkatan elektablitas yang didapatkan pasangan Luthfi – Najam disebabkan karena semakin solidnya kekuatan basis kultural yang dimiliki oleh pasangan ini. Tidak hanya itu, faktor lainnya yang menyebabkan peningkatan eletablitas Luthfi – Najam juga dipengaruhi oleh keterwakilan demokgrafis.“Jika ini bisa dikelola oleh tim pasangan BARU, ,aka peluang untuk unggul menjelang kampanye sangat besar. Menariknya, basis-basis electoral saat  menjadi DPR-RI perlahan kembali digarap. Kemudian mesin partai yang mengusung pasangan ini juga sudah mulai turun,” sebutnya.

Meski pasangan SUKMA terbilang masih unggul dibandigkan pasangan lain namun perlahan dukungan untuk pasangan ini disebut beralih ke pasangan lain. Hal tersebut dilihat dari beberapa kecamatan yang sebelumnya memilih SUKMA, tapi kini beralih dukungan. “Tren pasangan HARUM juga naik, meski tidak setinggi pasangan BARU,” ujarnya.

Sementara itu, calon Bupati Lotim, HM  Syamsul Luthfi ketika dimintai tanggapan terkait tingkat elektablitasnya yang terus naik, mengaku sangat senang. Hasil survei merupakan salah satu yang menjadi tolok ukur untuk melihat hasil kinerja yang telah mereka lakukan selama ini. “Kita harus terus  berjuang untuk bisa terus mendapatkan hasil yang maksimal,” kata dia. (lie)

loading...