Survei LSI, Ahyar Tanggapi Santai

Ahyar Abduh (Dok/Radar Lombok)

MATARAM—Bakal calon gubernur Ahyar Abduh santai menanggapi rilis survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) terkait tingkat popularitas dan elektabilitas atau daya keterpilihan bakal calon gubernur NTB.

Hasil survei ini diklaim pengurus DPD Partai Golkar NTB menempatkan Ketua DPD Partai Golkar NTB Suhaili FT di posisi pertama. "Saya belum lihat hasil survei itu," kata Wali Kota Mataram dua periode itu kepada Radar Lombok, Minggu kemarin (8/1).

Kendati demikian, Ahyar terkesan irit bicara menanggapi hasil rilis survei LSI yang menempatkan tingkat elektabilitas atau daya keterpilihannya kalah dibandingkan Suhaili FT dan Ali BD sebagai bakal calon gubernur di pilkada NTB. "Saya tidak mau komentari, sesuatu yang saya belum tahu," imbuhnya.

Walaupun begitu, Ahyar mengatakan, hal tersebut akan menjadi pemacu dan penyemangat bagi dirinya untuk terus bersilaturahmi dan bertatap muka dengan masyarakat. Langkah yang akan dilakukan yakni dengan blusukan dan silaturahmi akan kian intens di tengah-tengah masyarakat.

Ia pun berkeyakinan, memiliki tingkat elektabilitas atau daya keterpilihan cukup tinggi dibandingkan dengan bakal calon gubernur lainnya. "Insya Allah, kita juga memiliki tingkat elektabilitas tinggi," ungkap mantan ketua DPD Partai Golkar Kota Mataram itu.

[postingan number=3 tag=”survei”]

Ahyar pun mengaku, tak terlalu risau dengan rilis survei LSI tersebut. Ahyar menegaskan, pihaknya sudah menunjuk lembaga survei untuk melakukan survei terkait tingkat elektabilitas atau daya keterpilihan di pilkada.

Ia optimis memiliki tingkat elektabilitas cukup tinggi. Apalagi mengingat, pilkada NTB relatif masih dilangsungkan satu tahun setengah lagi.

Karena itu, ia menganggap masih banyak waktu untuk terus meningkatkan elektabilitas atau mensosialisasikan diri kepada masyarakat pemilih di NTB. "Kesempatan bersilaturahmi dan bertatap muka dengan masyarakat masih panjang," imbuhnya.

Dengan tingkat elektabilitas cukup tinggi, ia berkeyakinan bakal diusung sejumlah partai politik sebagai kendaraan maju di Pilkada NTB. Ahyar memastikan bakal maju melalui parpol dibanding melalui jalur independen.

Kendati demikian, Ahyar masih irit bicara terkait parpol akan mendukung dan mengusung di pertarungan perebutan kursi orang nomor satu di NTB.

"Hampir pasti kita maju melalui parpol," ujarnya.

Terpisah, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTB, HMS Kasdiono mengatakan, Partai Demokrat dalam waktu dekat ini merilis hasil survei terkait tingkat elektabilitas bakal calon gubernur yang berpeluang atau memiliki kans didukung dan diusung Partai Demokrat di pilkada NTB.

Lembaga survei swasta nasional sudah ditunjuk Partai Demokrat untuk melakukan survei terkait tingkat elektabilitas figur terjaring di Partai Demokrat sebagai bakal calon gubernur di pilkada NTB. Lembaga survei tersebut sudah melaksanakan tugasnya. Meskipun belum bisa dirilis hasil survei tersebut, ada 6 figur terjaring di Partai Demokrat dan di survei terkait tingkat elektabilitasnya. Yakni, Khairul Rizal, TGH Mahally Fikry, Siti Rohmi Djalilah, Syamsul Lutfi, TGH Hasanain Djunaini dan Zulkiflimansyah.

Menurutnya, survei akan dilakukan Partai Demokrat tiga atau empat kali hingga di gelar suksesi Pilkada NTB pada Juni 2018 mendatang. Dengan hasil survei yang dilaksanakan beberapa kali agar diperoleh gambaran valid dan akurat terkait perkembangan elaktabilitas atau potensi kemenangan bakal calon gubernur tersebut.

"Tentu, dengan hasil survei kita merancang strategi pemenangan," pungkasnya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut