Suruji Siap Pertaruhkan Jabatan

H Muhammad Suruji (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kemelut guru honorer SMA/SMK dipastikan berakhir.  Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB, H Muhammad Suruji memberikan jaminan penuh atas  nasib ribuan guru honorer. Kini ribuan guru honorer bisa bernapas lega.

"Saya yang jamin mereka akan tetap aman, pegang kata saya. Jabatan saya selaku Kadis Dikpora akan saya pertaruhkan," ucapnya lantang kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (11/10). Ditegaskan, jumlah personil pendidikan yang beralih dari kabupaten/kota ke provinsi sebanyak 16 ribu orang. Mereka terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan guru honorer atau non PNS sekitar 9.600 orang lebih.

Bagi Suruji, jumlah guru honorer yang sekitar 9.600 orang tersebut ada yang digaji dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan ada juga dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten/kota. “Tidak ada masalah sama sekali bagi saya, masalah kecil pun tidak ada. Jangankan segitu, mau 20 ribu pun guru honorer pemprov akan tetap membayarnya,” tegas Suruji.

Untuk kebutuhan pendidikan lanjutnya, pemprov  pasti mampu membayar berapapun kebutuhan itu. Apalagi hanya sekedar ribuan guru  honorer yang jumlah dan gajinya tidak seberapa. “Saya sendiri jaminannya, jabatan saya taruhannya,” janjinya lagi.

Suruji juga membantah ada  rencana pemprov yang ingin meminta bantuan ke pemerintah kabupaten/kota. Tidak ada dalam sejarahnya, pemprov meminta bantuan ke pemerintah kabupaten/kota. Namun apabila  pemprov yang membantu pemerintah di bawahnya  merupakan hal yang biasa dan sering dilakukan.

Oleh karena itu, Suruji kembali menegaskan bahwa tidak benar jika pemprov ingin membangun Memorandum Of Understanding (MoU) dengan pemerintah kabupaten/kota agar gaji honorer dianggarkan dari APBD. “Saya luruskan pernyataan Pak Sekda (Rosiady Sayuti) yang salah dipahami oleh wartawan,” katanya.

 Secara logika ujarnya, pemprov  setiap tahun mampu membiayai infrastruktur jalan dengan total anggaran mencapai Rp 300 miliar. “Kok untuk bayar guru honorer Rp 300 juta saja  kita tidak mampu, logikanya dimana itu. Saya sudah yang jadi jaminan, pokoknya honorer tidak ada masalah,” ucapnya lagi.

 Seperti diberitakan Radar Lombok sebelumnya, Sekda NTB H Rosiady Sayuti kebingungan saat ditanya tentang nasib guru honorer. Pasalnya, sampai saat ini belum ada solusi untuk menyelamatkan nasib guru yang beralih menjaid kewenangan provinsi tersebut.

Dijelaskan Rosiady, untuk guru PNS di kabupaten/kota tingkat SMA/SMK, gajinya sudah ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara, untuk guru SMA/SMK non PNS belum jelas. “Makanya saya juga bingung ini kalau masalah itu,” jawabnya saat ditanya Radar Lombok beberapa waktu lalu.

Selama ini, guru non PNS di SMA/SMK sumber gajinya berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan APBD kabupaten/kota. Untuk guru yang digaji dari BOS, tentunya tidak perlu khawatir. Berbeda dengan yang digaji dari APBD kabupaten/kota.

Rosiady sendiri berencana akan meminta kepada seluruh bupati/wali kota untuk tetap menganggarkan gaji bagi guru non PNS seperti biasa. “Memang sih kewenangan berpindah ke provinsi, tapi kalau masalah keuangan ya kita harap tetap dari kabupaten/kota,” katanya.

Untuk bisa mewujudkan semua itu, maka saat ini pihaknya akan menyusun MoU antara gubernur dengan semua bupati/wali kota. Isi MoU tersebut, gaji guru SMA/SMK yang non PNS tetap dianggarkan dari APBD kabupaten/kota. “Itu rencana kita ada MoU, tapi kalau memang tidak bisa ya mau bagimana lagi,” ucapnya.

 Pilihan terakhir jika bupati/wali kota tidak setuju, Pemerintah Provinsi NTB akan menghitung dan melakukan kajian terhadap kebutuhan tambahan anggaran tersebut. “Saya tidak bilang akan ada pengurangan guru honorer ya, tapi saya bilang akan kita kaji,” katanya.

Kajian yang dilakukan tentunya berkaitan dengan jumlah guru, kebutuhan guru dan juga gaji. Apabila dari hasil kajian guru non PNS masih kurang, tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan penambahan. Sebaliknya, jika dianggap terlalu banyak tentu akan dilakukan pengurangan. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid