Suruji : Kasihan Siswa Miskin

MATARAM-Wacana pemberlakuan Full day School, direspon Kadispora NTB HM Suruji. Ia belum bisa memastikan, apakah bisa diberlakukan di NTB atau tidak.

Karena, dinilai akan merugikan para pelajar. ‘’Kasihan, siswa  miskin dari jam 7 di sekolah sampai sore hari,’’ katanya, Rabu kemarin.

Lalu bagaimana dengan  makan siang mereka. Karena selama ini, banyak siswa di NTB dari kalangan siswa tidak mampu.  Hal ini, akan membuat siswa miskin menjadi minder kalau mereka hanya biasa makan sambel, sayur. ‘’ Kalau full day School, secara optomatis akan bertemu dengan teman-temanya. Membawa bekal lebih,   wacana ini akan membuat siswa miskin minder,’’ ucapnya.

Hal ini, baru sekedar wacana dari pusat belum ada surat resmi penetapanya.  Saat ini, kondisi pendidikan di NTB masih sangat memperihatinkan. Seperti di daerah terpencil, kalangan siswa SD, SMP masih jalan kaki,  bahkan masih ada yang ruang kelas kurang. Apalagi dibebankan, dengan full day School akan sangat berdampak pada siswa miskin. ‘’ Saya sampaikan, ini masih wacana. Tidak menolak maupun menyetujui, tapi kasihan siswa miskin,’’ ucap Suruji.

Jika hal ini, dibebankan ke sekolah, menurut Suruji  juga tidak mungkin. Karena sekolah selama ini masih dibebankan banyak biaya apalagi membelikan makanan bagi kalangan siswa. Masih banyak disekolah yang tercatat sebagai penerima bantuan pemerintah seperti Bantuan Siswa Miskin (BSM), beasiswa. (dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid