Sungguh Tega, Ngajak Nikah Malah Dibawa ke Sawah, Lalu Diperkosa Enam Pria

ILUSTRASI (IST/RADAR LOMBOK)

SELONG–Sungguh nahas nasib R (16), pelajar kelas 3 SMP di Kecamatan Sikur, Lombok Timur ini diperkosa enam pemuda di berugak tengah sawah yang ada di wilayah Desa Gelanggang, Kecamatan Sakra Timur, Kamis (4/3/2021) malam lalu. Mirisnya lagi, salah satu pelaku yakni pacar korban, S warga Sakra Timur.

Akim, paman R menuturkan, pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 WITA, S datang ke rumah korban mengajak nikah. R pun bersedia dan akhirnya memberanikan diri keluar rumah tanpa diketahui ibu tirinya yang sudah tertidur. Lalu S membawanya menggunakan sepeda motor ke salah satu berugak yang berada di tengah sawah itu. Kemudian lima teman S yang lain datang dan melakukan perbuatan tidak terpuji itu dengan mengancam korban menggunakan parang. “Pengakuan korban kepada keluarga kalau digilir diperkosa oleh enam orang, dengan tangan dan kaki dipegang serta diancam dengan menggunakan parang kalau melawan dan berteriak,” ungkap Akim yang ditemui di Polres Lombok Timur, Senin (8/3/2021).

BACA JUGA :  Kabur, Penjambret HP di Labuhan Haji Tabrakan, Lalu Digebuk Warga

Lalu sekitar pukul 03.00 WITA, pelaku mengantar korban ke rumahnya. Sesampai di rumah, korban lalu membangunkan keluarganya dengan memberitahukan apa yang telah terjadi. Keesokan harinya, Akim bersama korban ditemani kepala dusun datang melapor ke Polres Lotim, karena tidak terima dengan perbuatan pelaku yang mengajak korban kawin malah diperkosa bergantian. “Kami datang agar pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” pinta Akim.

BACA JUGA :  Pemerkosaan Siswi SMP oleh 6 Pria, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Korban dan pelaku diketahui berkenalan lewat Facebook dan sudah beberapa kali datang apel ke rumah korban. Korban sendiri tergolong anak yang jarang keluar rumah, kalau tidak ada keperluan yang penting.

Kapolres Lotim melalui Kasubag Humas Polres Lotim, IPTU L Jaharudin saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. “Kasusnya sudah ditangani unit PPA Polres Lotim, guna proses pengembangan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya. (wan)