Sumiatun Tak Maju, Ibnu Salim dan Sajim Pilihan Golkar

Chris Parangan
Chris Parangan (IST FOR RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Informasi mengejutkan diungkapkan Fungsionaris Pusat Partai Golkar Chris Parangan soal suksesi pilkada Lombok Barat.

Dia mengatakan, calon yang akan diusung Partai Golkar pada Pilkada Lobar 2018 adalah Hj. Sumiatun atau Ketua DPD II Partai Golkar Lobar. “Tetapi kalau Bu Sumiatun tidak mencalonkan diri, maka yang berpotensi jadi pilihan Partai Golkar itu dua untuk diusung, yaitu Ibnu Salim dan Miq Sajim (H. Lalu Sajim Sastrawan),” ungkap pria yang juga Ketua Media Center Suhaili Cagub NTB, Selasa (20/6).

Dengan adanya opsi tersebut lanjut Chris, maka diharapkan Sumiatun segera mengambil sikap. Jika mau maju silakan maju dan jika tidak maju, agar segera melakukan pembukaan pendaftaran. Jangan sampai kemudian ingin maju, tetapi membuka pendaftaran. “Itu sama saja namanya panggung sandiwara. Karena Partai Golkar akan mendukung Bu Sumiatun. Beliau adalah kader terbaik Partai Golkar di Lobar,” jelasnya.

Berkaitan dengan nama Ibnu Salim dan H. Lalu Sajim Sastrawan sendiri, bukan muncul begitu saja. Keduanya diketahui sudah melakukan komunikasi dengan DPD I, DPD II bahkan juga DPP. Kendatipun di DPD II belum sampai melakukan komunikasi dengan Ketua DPD II. Keduanya juga dinilai memiliki kapabilitas dan elektabilitas yang bagus dibandingkan bakal calon lain yang muncul saat ini.

Ibnu Salim misalnya, saat ini dia dipercaya Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi sebagi Inspektur Inspektorat NTB. Sebelumnya Kepala Satpol PP NTB. Kemudian juga dipercaya menjadi Penjabat Bupati Lombok Tengah. “Pak Ibnu Salim masih muda, dan dia memiliki pengalaman sebagai Bupati, meskipun hanya sekadar penjabat. Tetapi itu merupakan modal yang sangat bagus untuk menjadi pemimpin di Lobar,” jelasnya.

BACA JUGA :  NTB akan Perbanyak Hafidz Alquran

Tidak jauh berbeda juga dengan Miq Sajim. Beliau merupakan birokrat senior yang sudah malang melintang. Kapabilitas dan kemampuannya sudah tidak diragukan lagi. “Tetapi saya itu, kalau ada yang lebih muda, ngapain pilih yang tua,” jelasnya.

Ditegaskannya, Partai Golkar tidak anti mendukung non kader, buktinya Presiden Jokowi didukung kembali untuk menjadi Presiden pada Pemilu 2019. Begitu pula dengan keberadaan Ibnu Salim dan Miq Sajim yang notabene bukan kader.

Adapun berkaitan dengan keberadaan balon dari kader Partai Golkar yang muncul saat ini, dinilai kapabilitas dan elektabilitasnya masih berada di bawah Ibnu Salim dan Miq Sajim. “Jadi Ibnu Salim dan Miq Sajim ini sekali lagi sudah melakukan komunikasi dengan Partai Golkar. Namanya tidak muncul begitu saja. Oleh karenanya kita minta agar Bu Sumiatun bisa tegas, apakah akan maju atau tidak. Kalau tidak maju, segera buka pendaftaran agar kita bisa menjaring,” jelasnya.

Kemudian khusus untuk petahana Bupati Lobar H. Fauzan Khalid sendiri diungkapkannya, selama ini Fauzan tidak condong kepada Partai Golkar. Lebih condong kepada Partai Demokrat. Misalnya saat kedatangan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto di NTB, tidak ada ucapan selamat datang. Begitu pula misalnya juga ketika Ketua Umum PDIP Megawati, tidak ada ucapan. “Tetapi ketika Ketua Umum Partai Demokrat, itu kan dipasang,” tandasnya. (zul)