Sultan Salahudin Diusulkan Pahlawan Nasional 

Ahsanul Khalik(Faisal haris/Radar Lombok )

MATARAM – Pemprov NTB kembali mengusulkan sosok Sultan Salahudin Bima agar menyandang gelar pahlawan nasional Indonesia. Usulan ini dilakukan kelima kalinya untuk mengenang jasa tokoh asal Bima ini kepada pemerintah pusat.

Bahkan, Gubernur NTB Zulkieflimansyah telah membuat rekomendasi pengusulan gelar pahlawan nasional atas nama Sultan Salahudin Bima No. 243/III.3/Sosial pada 15 Februari 2022 lalu. “Tahun ini pengusulan kelima kalinya agar Sultan Salahudin Bima ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Ahsanul Khalik kepada Radar Lombok, kemarin.

Dikatakan Khalik, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) sudah menetapkan bahwa Sultan Salahudin layak menjadi pahlawan nasional. Bahkan namanya sudah masuk di meja Presiden sesuai penetapan dari TP2GP sejak 2019 lalu.

Oleh sebab itu, setiap tahun kemudian daerah dalam hal ini Gubenur NTB diberikan hak untuk kembali membuat rekomendasi pengusulan gelar Pahlawan Nasional atas nama Sultan Salahudin. Yang kemudian ditindak lanjuti oleh Dinas Sosial Provinsi NTB dalam bentuk usulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sultan Salahudin. “Dan untuk urusan administrasi ini semua sudah siap, karena Pak Gubernur sudah menandatangani rekomendasi yang dibutuhkan tersebut,” katanya.

Namun tidak cukup sampai di situ, untuk memperkuat kembali usulan yang dilakukan, karena ketika nama Sultan Salahudin sudah ada di meja Presiden, maka ada langkah-langkah akademis dan politis yang juga harus dilakukan oleh TPGP Sultan Salahudin. “Dan ini sejak tahun sebelumnya kami sudah sampaikan juga,” ucapnya.

Untuk itu, Khalik menyarankan agar dilakukan berbagai kegiatan, pertama melaksanakan seminar nasional secara rutin dengan mengangkat tema tentang sejarah Sultan Salahudin Bima. Dengan menghadirkan para tokoh dan akademisi sebagai narasumber dalam kegiatan seminar, baik dari perguruan tinggi ternama di luar daerah dengan tema besar apa yang terkait denga perjuangan Sultan Salahudin.

Di sela seminar ada testimoni dari beberapa tokoh lokal dan minimal dua tokoh nasional terkait bukti bukti kepahlawanan Sultan Salahudin. Dari hasil seminar dibuatkan rekomendasi, bahwa para guru besar yang menjadi pembicara menyatakan bahwa Sultan Salahudin memang benar berjuang melawan penjajah melalui bidangnya.

Kemudian yang kedua, setelah seminar ada rekomendasi seminar jadi pegangan, plus guntingan berita berbagai media, lalu dibentuk tim dari tokoh-tokoh Bima dan Lombok sebanyak 3 – 4 orang yang bisa bertemu langsung presiden.

Dalam momentum pertemuan dengan Presiden, sambungnya, tidak lupa membawa rekomendasi dari apa yang sudah diseminarkan dan menyatakan kepada Presiden NTB hanya baru ada 1 Pahlawan Nasional dan itu ada di Pulau Lombok, sementara Pulau sumbawa belum. Berdasarkan berbagai bukti kami berharap Presiden menetapkan Sultan Salahudin sebagai Pahlawan Nasional. “Kita kan punya banyak tokoh dari Bima di Jakarta yang punya akses langsung ke presiden. Nah ini yan harus diseriusi tahun ini oleh Tim Pengusul Gelar Pahlwan Sultan Salahudin Bima,” sarannya.

Khalik juga menuturkan, saat pengusulan Tuan Guru Pancor, Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid jadi pahlawan nasional. Hal itu yang dilakukan oleh para pengusul. “Yang berbeda waktu itu adalah tidak dibentuk tim yang bertemu Presiden, karena pada saat nama Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sudah masuk ke meja presiden, secara kebetulan ada acara NU secara nasional di Islamic Centre dan Presiden Jokowi waktu itu hadir,” tuturnya.

Pada momentum itu, sambung Khalik dirinya langsung mengirimkan pesan melalui via whatsApp Kepada Gubernur NTB,  TGB M Zainul Majdi pada saat itu. Agar memberitahukan kapada Presiden bahwa nama TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sudah ada di meja Presiden sesuai penetapan TP2GP dan NTB adalah salah satu provinsi yang belum memiliki Pahlawan Nasional. “Dan TGB langsung membalas whatsApp saya pada waktu itu dengan mengatakan, saya langsung sampaikan kepada Bapak Presiden. Besok paginya ajudan bapak Presiden menelepon saya meminta profil dan bahan-bahan usulan Gelar Pahlawan Nasional Bagi TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, dan saya kirimkan semua lengkap dalam bentuk PDF,” sambungnya.

Melalui whatsApp, sambungnya Khalik, ia langsung melapor kepada Gubernur NTB saat itu, bahwa ajudan presiden sudah meninta profil dan data pelengkap usulan. “Lalu saya katakan kepada Bapak Gubernur TGB, Insya Allah Maulana Syaikh ditetapkan dan NTB memiliki Pahlawan Nasional tahun ini,” pungkasnya. (sal