Sulit Dapat BBM, Warga Datangi Kantor Camat

DATANG : Warga Meninting Kecamatan Batulayar saat mendatangi kantor Camat Batular terkait BBM kemarin. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG  – Puluhan warga  Meninting Kecamatan Batulayar mendatangi kantor Camat Batulayar kemarin. Mereka datang untuk menindaklanjuti surat permohonan pendampingan terhadap mereka terkait adanya surat rekomendasi sebagai syarat bagi nelayan, petani dan pengecer untuk melakukan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis tertentu.

Koordinator warga, Munajab, menyampaikan bahwa warga ingin dapat kemudahan mendapatkan BBM. “ Kami masyarakat nelayan ingin ada kemudahan saat bekerja yaitu tidak dipersulit saat membeli BBM,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, meski memiliki kartu nelayan, namun mereka tetap kesulitan beli BBM di SPBU. Mereka justru diminta menunjukkan surat rekomendasi dari dinas terkait. Surat ini dinilai sangat mempersulit nelayan. “Seharusnya kalau punya kartu nelayan langsung dilayani tapi kenyataannya beda malah harus membuat rekomendasi dan lain-lain,” ungkapnya.

Baca Juga :  Paling Siap, Lobar Tawarkan Tiga Lokasi Balap Motocross Dunia MXGP

Munajab menambahkan, sampai saat ini tak ada sosialisasi terkait aturan ini. Justru, mereka baru mengetahuinya saat datang ke kantor camat. Setelah ada rekom pun, mereka hanya dapat jatah 10-20 liter BBM.”Terlepas dari ini, kami para nelayan hanya ingin ada kemudahan dalam membeli BBM,” pintanya.

Dalam pertemuan ini disepakati bahwa akan ada waktu khusus bagi nelayan di SPBU untuk membeli BBM dalam jumlah berapapun sesuai kebutuhan. Serta, kartu nelayan yang diterbitkan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Lonbar dapat digunakan di SPBU mana pun. “ Ini dilakukan mulai besok (hari ini, red). Kalau tidak dipasang pengumumannya kami akan bertindak tegas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tipu Penjual Motor, Supar Ditangkap

Sementara itu, Manager SPBU Meninting, Sahabudin, menyatakan tidak ada niat pemerintah dalam mempersulit masyarakat membeli BBM terutama nelayan selama sudah melakukan registrasi dan mendapatkan surat rekomendasi. “ Malah ratusan orang sudah kita registrasi dan langsung bisa mengisi BBM, jadi tidak ada dipersulit. Kesulitan itu (peroleh surat rekomendasi) saat awal-awal mulai pemberlakuan sistem, kita minta diurus bahkan petugas SPBU ikut membantu urus,” ungkapnya.

Ia mengaku selalu terbuka. Jatah BBM untuk nelayan dan masyarakat juga tidak dibatasi. Pihak SPBU sepakat akan memasang pengumuman sehingga masyarakat bisa membeli BBM sesuai kebutuhan.(ami)

Komentar Anda