Sukiman Perintahkan Bentuk Tim Percepatan Vaksinasi

ANEV : Bupati Lotim, HM. Sukiman Azmy bersama jajaran melakukan analisa dan evalusi (Anev) terkait percepatan vaksinasi, Rabu (2/3). (Ist/ RADAR LOMBOK )

SELONG – Menindaklanjuti hasil analisa dan evaluasi (Anev) vaksinasi sebelumnya, Bupati Lotim, HM. Sukiman Azmy, mengumpulkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan memberikan penekanan untuk mengejar target vaksinasi Covid-19. Rabu (2/3). Sukiman memerintahkan untuk membentuk dua tim. Tim pertama untuk percepatan vaksinasi dan tim kedua untuk sinkronisasi data manual dengan P-Care.

Tim percepatan vaksinasi dipusatkan di kecamatan dengan capaian rendah, seperti di Kecamatan Masbagik, Wanasaba, Sakra Barat dan Sakra Timur. “Tim itu berasal dari Aparatur Sipil Negeri (ASN) yang tidak sekadar memantau, melainkan menggerakkan masyarakat,” kata Sukiman.

Dalam mempercepat target vaksinasi ini, Sukiman menugaskan kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lotim, M. Hairi, mendorong peran aktif Kades melalui surat edaran.

Sementara, tim yang akan menangani sinkronisasi data manual dan data P-Care akan difokuskan di Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan (Arpusda) dengan dukungan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Lotim.

Tidak hanya itu, dengan tegas ia  memerintahkan agar menyiapkan stimulus berupa paket sembako untuk masyarakat agar antusias divaksin.

BACA JUGA :  Merasa Ditipu Lembaga Kursus, Peserta Ngadu ke Dinas

Dalam Anev itu, ia juga menyinggung pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Penerapan SPBE diharapkan dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.

Di tempat terpisah, kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, Pathurrahman menyampaikan, saat ini pihaknya tidak lagi berbicara masalah capaian vaksinasi dosis pertama, melainkan dosis kedua. Dan berdasarkan data, capaian vaksinasi dosis kedua secara umum belum menyentuh angka 70 persen. Rinciannya, capaian vaksinasi dosis kedua untuk masyarakat lansia baru mencapai 45,35 persen, untuk masyarakat rentan baru mencapai 65,33 persen. Sedangakan dosis kedua untuk anak usia 6-11 tahun baru mencapai 11,55 persen. “ Sampai hari kemarin, capaian vaksinasi dosis kedua secara umum masih diangka 63,83 persen. Ini yang akan kita kejar, kita bekerjasama dengan stakeholder terkait.  Mudah-mudahan dalam dua minggu bisa mencapai 80 persen,” katanya.

BACA JUGA :  Sukiman Ajak Jamaah NW Jaga Kekompakan dan Keamanan

Dijelaskannya, masih rendahnya capaian vaksinasi dosis kedua terhadap anak ini dikarenakan harus menunggu jarak antara dosis pertama dan kedua. Dan juga menyamakan jenis vaksin yang digunakan antara dosis pertama dan kedua.”Jarak interval pemberian dosis anak ini selama 28 hari, jenis vaksin yang kita gunakan juga vaksin jenis sinovac, sedangkan stok vaksin sinovac ini terbatas,” sebutnya.

Sementara untuk selisih antara data manual dan P-care berselisih sekitar 4 persen. Disebutkan Pathurrahman, jumlah data yang di P-care berjumlah 1.471.386 jiwa,  sedangkan di manual 1.519.107 jiwa. Sehingga ada selisih sekitar 47. 721. Penyebabnya, kata dia, dikarenakam Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang belum online, ama ganda dan lainnya.”Intinya ada masalah data kependudukan. Sebenarnya orang itu sudah divaksin, tapi kendala adminduknya, sehingga datanya tidak bisa masuk di P-care. Bisa jadi perbedaan itu karena kita terlalu fokus di pelayanan vaksinasi, bisa juga karena pelayanan di adminduknya,” ungkapnya.(cr-sid).