Suhaimi Ismy Tak Mau Gegabah Sikapi Pilkada

MATARAM—Anggota DPD RI dapil NTB H Lalu Suhaimi Ismy mengatakan,dirjnya tidak ingin gegabah, apalagi latah dalam menyingkapi suksesi pilkada NTB 2018.

"Saya tidak ingin gegabah soal pilkada, " katanya, kepada awak media, di Kantor Perwakilan DPD RI, di Mataram, Selasa kemarin (6/9).

Dia menyadari, menjadi seorang gubernur atau pemimpin relatif sangat berat dan sulit. Terlebih, dengan berbagai persoalan dan kompleksitas masalah dihadapi daerah dan masyarakat yang dipimpin.

Menurutnya, siapa pun bakal memimpin NTB pasca kepemimpinan Dr. TGH Zainul Majdi harus memiliki rekam jejak, kompetensi, kapasitas dan kapabilitas setara dengan TGB. Walaupun disadari, hal itu relatif sangat sulit bisa terwujud. Namun minimal, kepemimpinan dihasilkan dalam pilkada NTB 2018 bisa mengimbangi kepemimpinan TGB sudah 10 tahun memimpin.

"Saya kira ini sangat berat. Tapi siapapun berkehendak maju, harus mempersiapkan diri sebaik-sebaiknya, agar capaian atau kemajuan diraih NTB di masa kepemimpinan TGB bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan," harap mantan kepala Kanwil Kemenag NTB itu.

Dia berpendapat, menjadi seorang pemimpin jangan hanya soal jabatan maupun status sosial. Namun lebih dari itu, gubernur atau pemimpin kedepan harus bisa memberikan solusi terhadap persoalan dihadapi daerah dan masyarakat dipimpinnya. Pemimpin juga harus memberikan keteladanan dan kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan hukum yang berlaku.

Diakuinya, sudah banyak aspirasi berbagai kelompok masyarakat maupun konstituen meminta dirinya maju berlaga dalam perebutan kursi orang nomor satu dan dua di NTB. Meskipun begitu, dirinya bersikukuh tak bakal latah merespon dan menanggapi ada dukungan dan aspirasi terhadap dirinya maju di pilkada.

Menurutnya, hal lumrah dalam politik ada dukung mendukung dan mewacanakan figur yang bakal bertarung. Siapa pun dimunculkan atau diwacanakan itu merupakan putra-putri terbaik NTB. Mereka pun sangat berpeluang dan berpotensi  untuk bisa menakhodai NTB kedepan.

"Saya kira bukan tanpa alasan figur yang ada tersebut dimunculkan atau diwacanakan. Baik dilihat dari kiprah, sumbangsihnya, kapasitas, kapabilitas, modal sosial, politik dan lainnya," sambungnya.

Walaupun begitu, diharapkan kedepan dalam pilkada NTB 2018 banyak putra putri terbaik NTB mencalonkan diri. Dengan begitu, masyarakat pemilih memiliki banyak alternatif calon pemimpin akan dipilih. Selain itu, dengan banyak bakal calon maju di pilgub NTB, kian menunjukkan ada keberhasilan kaderisasi kepemimpinan di NTB.

Pasalnya, banyak kader terbaik di NTB siap menakhodai atau memimpin NTB kedepan. "Ini menunjukkan kita memiliki banyak SDM untuk bisa memimpin daerah," imbuhnya.

Menurutnya, dengan rentang waktu pilgub NTB 2018 relatif masih lama. Kemungkinan dinamika politik akan berlangsung pasti sangat dinamis dan berubah-ubah. Sehingga kondisi itu tidak perlu direspon terburu-buru. (yan)