Suhaili Terima SK Dukungan Pekan Ini

CALON GOLKAR: Suhaili FT dipastikan sebagai kandidat yang akan diusuung Partai Golkar dalam Pilkada gubernur 2018 mendatang (Dok/Radar Lombok)

MATARAM—Usai Suhaili FT diputuskan dan ditetapkan dalam rapat tim Pilkada DPP Partai Golkar sebagai bakal calon gubernur, dijadwalkan DPP Partai Golkar menyerahkan Surat Keputusan (SK) dukungan tersebut pada pekan ini.

“Pekan ini SK dukungan diserahkan,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB, Baiq Isvie Rupaedah, kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (22/3).

Dengan sudah diputuskan dan ditetapkan Suhaili sebagai calon gubernur dari partai berlambang pohon beringin tersebut, maka sudah tidak ada spekulasi lagi terkait calon gubernur dari Partai Golkar. Pasalnya, keputusan tersebut bersifat final dan mengikat.

Dikatakan, tujuan lebih awal ditetapkan dan diputuskan calon gubernur dari Partai Golkar yakni untuk bisa lebih awal melakukan sosialisasi kepada pemilih terhadap bakal calon yang diusung.

“Ini untuk lebih memaksimalkan dan mengoptimalkan waktu untuk kampanye,”ungkap ketua DPRD Provinsi NTB itu.

[postingan number=3 tag=”politik”]

Selain itu, dengan sudah diputuskan dan ditetapkan Suhaili FT sebagai calon gubernur, maka struktur kepartaian, organisasi sayap dan perangkat pendukung baik di tingkat provinsi dan kabupaten kota mulai bekerja melaksanakan dan mengamankan kebijakan DPP tersebut.

Karena Partai Golkar tidak bisa mengusung calon sendiri tanpa koalisi dengan parpol lain. Maka pihak terus membangun komunikasi politik dan menjajaki koalisi parpol lainnya.

Partai Golkar pun menjajaki terbentuk koalisi dengan 4 parpol. Yakni, PKS, Partai Demokrat dan PKB. “Koalisi besar ini sedang kita jajaki,” imbuh Ketua DPRD Provinsi NTB itu.

Ia optimis koalisi 4 parpol tersebut bakal terwujud dan terelisasi. Kendati diakui, sudah digagas terbentuk koalisi poros tengah 5 parpol tergabung. Namun menurutnya, itu belum final. Koalisi terjalin dan bangun sama ditentukan dengan arah kebijakan dan dukungan dari DPP masing-masing parpol.

Karena itu, Partai Golkar menginisiasi terbentuk koalisi 4 parpol tersebut. “Kita yakin koalisi sangat kuat,” imbuhnya.

Terkait bakal calon wakil gubernur pendamping Suhaili, ia mengatakan, sejumlah figur digodok dan dipertimbangkan sebagai bakal calon mendampingi Suhaili. Ada beberapa hal menjadi pertimbangan dan telaah dalam memilih calon wakil. Misalnya, tingkat elektibilitas, dukungan parpol dan geografik kewilayahan.

“Prinsipnya, calon wakil bisa mengerek tingkat elektibilitas pasangan calon,” terangnya.

Terpisah, Ketua DPW PKS Provinsi NTB, Abdul Hadi, mengakui, pihaknya sangat terbuka dengan parpol manapun dalam membangun dan menjajaki koalisi. Ia pun membenarkan, jika calon PKS sudah membangun dan menjajaki komunikasi politik dengan partai Golkar. Ada dua opsi ditawarkan PKS. Yakni, Dr. Zulkiflimansyah sebagai bakal calon wakil Gubernur dan Johan Rosihan sebagai bakal calon wakil Gubernur.

“Secara pribadi kita persilahkan kedua calon membangun komunikasi politik baik parpol maupun kandidat,” ungkapnya.

Nantinya, kata Hadi, pihaknya akan mengusulkan calon didukung dan diusung ke DPP dalam bentuk pasangan calon. Calon diusulkan ke DPP minimal dua pasangan calon. Pihaknya pun berharap, koalisi terbangun bisa paralel atau sejajar koalisi parpol ditingkat kabupaten kota. Sehingga koalisi terbangun lebih efektif dan efisien dalam melaksanakan kerja kerja politik kepartaian.

Sebelum Bacawagub PKS, Johan Rosihan mengatakan,  bahwa dirinya hanya siap berpasangan dengan Bupati Lombok Tengah, Suhaili FT atau Walikota Mataram, Ahyar Abduh. “Dua orang ini kalau dilihat dari sisi partai audah siap. Dari survei yang saya miliki dua nama ini sangat kuat,” katanya. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid