Suhaili Mulai Keliling Pamitan

PAMIT: Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT didampingi jajaran Forkopimda saat roadshow untuk pamit dan mensosialisasikan protokol Covid-19, Minggu (7/2). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Jabatan Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT dan Wakil Bupati H Lalu Pathul Bahri (Suhaili-Pathul) akan segera berakhir tanggal 17 Februari 2021.  

Dalam hari-hari terakhir bertugas, Bupati Suhaili mulai berkeliling pamitan. Dia menggelar roadshow ke 12 kecamatan sambil mensosialisasikan penerapatan protokol kesehatan Covid-19. Roadshow sendiri selama tiga hari (Sabtu-Senin). Hari pertama, Bupati Suhaili bersilaturahmi ke Kecamatan Kopang, Batukliang, Batukliang Utara, dan Pringgarata. Kemudian hari kedua meneruskan ke Kecamatan Janapria, Praya Tengah, Praya, dan Jonggat. Kemudian hari terakhir yakni Praya Timur, Pujut, Praya Barat, dan Praya Barat Daya. Dalam roadshow ini, Bupati Suhaili juga menyertai seluruh pimpinan SKPD dan Forkopimda Lombok Tengah.

Dalam arahannya, Bupati  Suhaili menyampaikan, tujuan utamanya bersama anggota Forkopimda turun kembali ke setiap kecamatan hanya untuk bersilaturahmi. Kemudian tujuan yang tidak kalah penting adalah menyampaikan situasi dan kondisi Indonesia, khususnya Lombok Tengah yang sedang diterpa pandemi virus corona.  “Dari hari ke hari, bukannya semakin reda tetapi malah tambah parah. Kuat dan dahsyat dan yang kita takutkan selama ini terjadi yakni gelombang kedua. Maka di sinilah kebersamaan, kekompakan dan persatuan kita dibutuhkan untuk bagaimana kita berikhtiar dan berupaya mencegah penyebaran virus corona, khususnya di Lombok Tengah,” ajak Bupati Suhaili, Minggu (7/2).

Dalam kesempatan itu, Bupati Suhaili juga menginstruksikan dari tingkat Forkopimca, kepala desa, dan dusun agar menghidupkan kembali Satgas Covid-19. Artinya penerapan protokol Covid-19 atau adaptasi kebiasaan baru mutlak harus dilakukan, walaupun sudah ada vaksinnya. Agar masalah ini cepat berlalu dan kehidupan bisa kembali dengan normal. “Kita tidak bisa pungkiri bahwa kesadaran masyarakat sudah mulai berkurang dan bahkan ada yang tidak percaya dengan Covid-19. Maka ini menjadi tanggung jawab kita bersama dalam mencegah penyebaran. Karena angka Covid-19 ini semakin tinggi, bahkan kita sekarang berada pada posisi keenam dari 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB,” tambahnya.  

Kesempatan itu juga dimanfaatkan Bupati Suhaili untuk berpamitan kepada masyarakat mengingat masa jabatannya selaku bupati Lombok Tengah akan segera berakhir. Apa yang dilakukan selama 10 tahun memimpin daerah tersebut, tentu ada kekurangan dan kekhilafan. “Sepuluh tahun saya berkhidmat, maka dalam kesempatan ini saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Inilah batas kemampuan saya dan meski dalam waktu singkat ini, kondisi Covid-19 menjadi hal yang pundamental dan mendasar yang harus saya sampaikan, karena kondisi saat ini jauh lebih berat dan parah dari kondisi pertama,” terangnya.

Sementara Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho menyampaikan perkembangan laporan satgas Covid-19 per tangal 5 Januari bahwa ada penambahan kasus positif Covid-19 di Lombok Tengah. Penambahan kasus tersebut merupakan salah satu bukti bahwa masyarakat Lombok Tengah sudah abai akan penerapan protokol kesehatan Covid-19. “Kami dari Polres Lombok Tengah, dari Kodim, pemerintah daerah dalam hal ini Satpol PP terus meningkatkan operasi yustisi untuk penegakan disiplin masyarakat tentang penerapan prokes. Semua upaya tersebut tidak akan ada artinya apabila masyarakat sendiri tidak bisa sadar akan pentingnya penerapan prokes Covid-19,” ungkapnya.  

Senada disampaikan Dandim 1620 Lombok Tengah, Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan, pihaknya meminta kerja sama dari seluruh masyarakat dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Lombok Tengah. Karena permasalahan Covid-19 ini tidak akan bisa selesai dengan hanya mengandalkan pemerintah tapi harus didukung oleh semua elemen.  “TNI-Polri bersama stakeholder akan menindak tegas masyarakat yang tidak mau mematuhi protokol kesehatan, apabila ditemukan kerumunan akan kami bubarkan. Kalau masalah vaksin dipastikan ini upaya pemerintah dalam melakukan pencegahan, maka jangan terpancing dengan isu-isu hoaks, karena kami juga sudah melakukan vaksin,” Tangkas menimpali. (met)