Suhaili Minta Perayaan Bau Nyale Dimeriahkan

Suhaili Minta Perayaan Bau Nyale Dimeriahkan
DIRAYAKAN: Bupati HM Suhaili FT meminta agar perayaan bau nyale yang akan dilaksanakan dua kali tahun ini dimeriahkan. (DOK /RADAR LOMBOK)

PRAYA – Munculnya perbedaan waktu pelaksanaan bau nyale antara Pemkab Lombok Tengah dengan Sangkep Blok Pujut akhirnya mendapat titik temu.

BACA : Abaikan Hasil ‘Sangkep Warige’, Waktu Bau Nyale Warga dengan Pemda Beda?

Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT meminta agar semuanya dimeriahkan. Baik yang akan dilaksanakan pada 5-7 Februari oleh Blok Pujut maupun 6-7 Maret oleh pemkab sesuai hasil ritual Sangkep Warige. Suhaili bahkan sudah memerintahkan jajarannya untuk menghadiri kedua kegiatan yang akan dilaksanakan dalam jarak satu bulan itu. Karena pihaknya tidak ingin ada perselisihan antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lainya.

“Nantinya bisa saja pelaksanaan bau nyale yang dilakukan Februari akan kita jadikan sebagai pembukaan perayaan bau nyale dan selanjutnya pada Maret nantinya sebagai penutup. Sehingga untuk mengisi kekosongan antara Februari dan Maret itu, maka harus diisi dengan berbagai event,” ungkap Suhaili saat memberikan arahan kepada SKPM di Bencingah Agung Adiguna Alun-Alun Tastura Praya, Jumat kemarin (19/1).

Suhaili mengimbau, jangan sampai perbedaan waktu pelaksanaan bau nyale antara kelompok warga yang satu dengan yang lainya akan membuat perpecahan. Karena esensi dari kegiatan bau nyale adalah untuk mempertahankan tradisi yang dilaksanakan turun temurun.

“Kegiatan bau nyale harus kita lestarikan dengan sebaik-baiknya, maka jangan kita jadikan perbedaan waktu sebagai suatu pemecah belah. Untuk itu, mari kita dari pemkab merangkul kedua kegiatan itu. Karena ini semata-mata demi menjaga tradisi yang sudah turun temurun kita laksanakan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, penetapan pelaksanaan bau nyale akan dilakukan pada 6-7 Maret versi Pemkab Lombok Tengah berdasarkan Sangkep Warige. Sementara Sangkep Blok Pujut akan melaksanakan bau nyale mendahului jadwal yang sudah ditentukan pemda yaitu tanggal 5-7 Februari.

Bahkan, dari Blok Pujut sudah melaksanakan napak tilas perjalanan Putri Mandalika di Tonjeng Beru Desa Mertak Kecamatan Pujut. Di mana lokasi itu menurut cerita para tokoh adat dan tokoh masyarakat merupakan lokasi bekas kediaman Putri Mandalika yang melegenda. “Kita sudah melakukan kegiatan napak tilas sebagai bagian dari kegiatan pekan budaya bau nyale untuk kita semua sama-sama meresapi makna dari tradisi peninggalan nenek moyang kita yang sebenarnya,” ungkap Ketua Blok Pujut, Rata Wijaya. (cr-met)