Suhaili Cuat Elektabilitas Maiq Meres

KONFRENSI PERS: Tim Maiq Meres saat menggelar konfrensi pers terkait hasil survei Lembaga Survei Indikator, Rabu (2/12). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Lembaga Survei Nasional Indikator besutan Burhanudin Muhtadi kembali merilis hasil survei pilkada Lombok Tengah. Survei yang dilakukan pada 24-29 November lalu menempatkan elektabilitas pasangan calon bupati dan calon wakil bupati nomor urut 4, Lalu Pathul Bahri dan H M Nursiah mengunci raihan paslon lainnya.

Hasil survei pasangan berjagron Maiq Meres ini melambung tinggi hingga 45,9 persen. Kemudian disusul paslon nomor urut 3, Masrun dan Habib Ziadi (Manthab) 26,4 persen. Posisi selanjutnya ditempati paslon nomor urut 2 Ahmad Ziadi dan Lalu Aswatara meraih 9,5 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 1 Lale Prayitni dan H Sumum (PAS) meraih 8,7 persen. Dan, raihan paling buncit diduduki paslon independen H Lalu Saswadi dan Dahrun (SADAR) 2,5 persen. “Angka ini mengalami peningkatan yang signifikan dari survei pertama yang awalnya 40,9 persen untuk Pathul-Nursiah. Sekarang tembus 45,9 persen dan ada persentase swing voters yang cukup kecil hanya 7,0 persen,” ungkap ketua tim riset relawan Maiq Meres, Bayu Satia Utama saat konfrensi pers Rabu (2/11).

Cuatan hasil survei ini tidak terlepas dari ketokohan dari Bupati HM Suhaili FT yang sampai 89,1 persen suka. Dan hasil survei ini juga menempatkan jika masyarakat sedikit yang terpengaruh terhadap politik uang. “Ada 57,1 persen tidak terpengaruh terhadap politik uang. Survei ini juga dilakukan dengan cara turun langsung ke masyarakat,” tegasnya.

Tim partai Pathul-Nursiah, Suhaimi menambahkan, paslon nomor urut 4 sebenarnya menjadikan hasil survei ini konsumsi internal saja, bukan untuk dipublikasi. Tapi melihat dinamika yang terjadi tidak jarang paslon menggunakan hasil survei yang tidak jelas hanya untuk meningkatkan elektabilitas. Sehingga ada juga lembaga survei yang melakukan bantahan. “Ini surveiyang kredibel dan lembaga resmi yang ada di Indonesia. Maka siapapun yang melakukan survei dengan indikator yang jelas, kami pastikan hasilnya tidak jauh berbeda dengan hasil indokator ini. Hasil ini tidak akan membuat kami jumawa, tapi akan terus memacu kami di tim,” tegasnya.

Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Tengah ini menegaskan, setelah dikeluarkannya hasil survei ini, maka dengan bertahan saja paslon Maiq Meres ini bisa memenangkan pilkada. Tapi pihaknya menegaskan akan tetap bekerja dan melakukan konsolidasi dengan berbagai tim lainnya. “Melihat hasil survei ini maka kedepan kita tinggal menyiapkan juga berbagai hal. Kami juga sudah mengetahui apa yang dilakukan dan akan dilakukan oleh tim lain. Yang jelas kita tetap meningkatkan konsolidasi dan tidak jumawa terhadap hasil ini. Ini juga sebagai bukti bahwa tim Maiq Meres sudah bekerja maksimal selama ini,” terangnya.

Sekertaris DPC Nasdem Lombok Tengah, Ahmad Samsul Hadi menambahkan, terdapat 751.236 jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) Lombok Tengah. Kemudian ada 2.032 tempat pemungutan suara (TPS) yang akan digunakan pada hari pencoblosan 9 Desember nanti. Dengan berbasis data ini mereka akan semakin memasifkan berbagai gerakan hingga menjaga basis suara pada 9 Desember mendatang. “Jadi kita kosolidasi untuk bertahan dan melanjutkan serangan secara masif. Jadi tim bekerja cukup baik dan kita sudah tahu siapa tim lawan dan apa yang mereka lakukan. Saat ini margin eror ada sekitar 4,9 persen dari survei yang dilakukan. Termasuk pemetaan di berbagai wilayah juga sudah kita lakukan,” timpalnya. (met)