Sudirsah Jawab Tudingan Ketua Pembina Gerindra KLU

Sudirsah Sujanto (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Ketua Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (OKK) DPD Gerindra NTB Sudirsah Sujanto angkat bicara terkait tudingan Ketua Pembina Gerindra KLU yang juga Ketua DPRD KLU Nasrudin terhadap dirinya yang banyak mengintervensi kegiatan partai dan pemerintahan di KLU. Terutama terkait setiap kebijakan Wabup Danny Karter Febrianto yang juga Ketua DPC Gerindra KLU itu.

Sudirsah menegaskan, ia selaku Ketua OKK DPD Gerindra diberikan tugas untuk mendampingi kader di 10 kabupaten/kota di NTB dalam rangka mencapai kerja-kerja politik partai agar bisa menjadi partai pemenang di masing-masing kabupaten/kota. “Mulai mendampingi dalam sistim kaderisasi, keanggotaan, organisasi. Tugas OKK ini sangat berat. Bukan hanya di provinsi tetapi juga di 10 kabupaten/kota di NTB,” ujarnya, Rabu (20/4).

BACA JUGA :  Minat Anak Muda KLU Masuk Polri Minim

Dari 10 kabupaten/kota tersebut termasuk di dalamnya KLU. Terlebih ia sendiri adalah mantan Ketua DPC Gerindra KLU yang pernah membawa partai ini sebagai pemenang. “Saya pernah menjadi¬† ketua DPC dan sukses membawa kemenangan dari 3 kursi menjadi 5 kursi. Ini perlu tetap dikawal jangan sampai mengalami kemunduran. Oleh sebab itu saya terus melakukan pendampingan,” ujarnya.

Adapun Danny selaku Ketua DPC masih tergolong baru. Oleh sebab itu menjadi kewajiban bagi dirinya untuk terus melakukan pendampingan. Namun pendampingan di sini bukan berarti melakukan intervensi. “Tidak ada intervensi apapun dari saya. Tugas-tugas sepenuhnya diberikan kepada mereka untuk mengatur partai ini. Ini yang perlu diketahui saudara Nasrudin,” ujarnya.

BACA JUGA :  Gerindra Lombok Utara Siap Dukung Ketua DPD Baru

“Apa yang menjadi kewenangan ketua DPC saya tidak pernah masuk di dalamnya. Saya melaksanakan tugas selaku Ketua OKK sesuai arahan dari DPD maupun DPP. Saya tidak pernah keluar dari koridor yang ada,” tambahnya.

Kemudian terkait tudingan terhadap dirinya bahwa ikut juga mengintervensi Danny dalam kapasitasnya sebagai wabup, juga dibantah Sudirsah. “Kalau masalah pemerintahan itu tidak pernah partai ikut campur. Ndak Ada. Partai tidak intervensi. Itu hak prerogatif bupati dan wabup. Silakan. Saya tidak masuk di situ,” jelasnya. (der)