Sudah Waktunya Menuju ‘NTB Go Digital’

Dr H Riduan Masud dan Maman Tirta Rukmana
Dr H Riduan Masud dan Maman Tirta Rukmana

MATARAM Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat di Indonesia membawa arus perubahan di tengah masyarakat. Hal tersebut juga didukung layanan telekomunikasi yang semakin masif menyediakan infrastruktur berupa pembangunan BTS (base transceiver station) untuk memperkuat akses jaringan sinyal hingga ke pelosok desa. Begitu juga semakin banyaknya berbagai merk smartphone dengan harga murah hampir dimiliki oleh sebagian besar masyarakat Indonesia lebih khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Akademisi Keuangan Syariah dari Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Dr H Riduan Masud mengatakan bahwa perkembangan teknologi informasi ini menjadi peluang yang besar bagi pemerintah provinsi (Pemprov) NTB dalam mengembangkan NTB Go Digital.  

BACA JUGA: Wisatawan Keluhkan Anjing Berkeliaran Bebas di KEK Mandalika

“NTB Sudah seharusnya memulai mengembangkan NTB Go Digitaldalam memajuka berbagai sektor khususnya bidang ekonomi,” kata Riduan, Selasa kemarin (12/2).

Menurut Riduan pengembangan NTB Go Digital sebagai salah satu solusi dalam mendongkrak perekonomian NTB yang sekarang ini sudah mulai tergerus berbagai penyebab, salah satunya maraknya berkembang dengan pesat jual beli online atau lebih dikenal dengan sebutan e-commerce, pemanfaataan aplikasi digital untuk moda transportrasi umum, baik itu roda dua maupun roda empat yang juga lagi-lagi mengancam alat transportasi konvensional.

Melihat fenomena yang terjadi sekarang, dosen sekaligus praktisi aplikasi ekonomi digital ini menyebut bahwa sudah banyak kekacauan yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi informasi ini, seperti terdampak besar terhadap usaha yang sudah mapan dan bahkan banyak pedagang kecil dan outlet mulai tergerus, karena kalah saing terdampak dari disruption atau pergesaran model bisnis dari era analog ke era digital dengan inovasi-inovasi digital yang membuat segalanya menjadi mudah.

“NTB sudah harus memulai menuju NTB Go Digital dalam memberikan layanan yang lebih efektip dan efisien, terutama di industri keuangannya,” kata Riduan.

Dikatakannya, salah satu keunggulan dari pengembangan “NTB Go Digital adalah layanan kepada masyarakat akan semakin mudah dan murah. Masyarakat dimana saja berada bisa dengan mengudah mengakses, baik itu layanan keuangan, informasi dan lainnya. Hal tersebut juga berbanding lurus dengan program Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat di NTB.

Sebab, semakin tingggi tingkat literasi dan inkluasi keuangan masyarakat, maka akan berdampak terhadap kesejahteraannya. Dengan semakin mudah masyarakat mengakses layanan keuangan dengan berbasis aplikasi digital, maka selain menguntungkan masyarakat juga dari sisi bisnis industri keuangan tersebut memberi profit lebih besar juga, karena mampu menekan biaya operasional.

Ia mencontohkan keberadaan Bank NTB Syariah sebagai bank pembangunan daerah sudah semestinya memperluas jangkauan dan jaringannya dalam memberikan layanan yang dekat dan cepat kepada masyarakat di NTB. Sebagai bank daerah, sudah semestinya Bank NTB Syariah memberikan layanan yang prima kepada seluruh masyarakat hingga pelosok pedesaan melalui pengembangan “NTB Go Digital”. Salah satu caranya adalah layanan payment di masjid-masjid yang menjadi sentra berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial dan kasta bisa terintegrasi dan koneksi dengan layanan Bank NTB Syariah.

“Begitu juga sudah saatnya Bank NTB Syariah mulai berpikir memberi kemudahan kepada masyarakat dengan cukup membuka rekening berbasis nomor HP, terlebih lagi sekarang sudah terintegrasi dengan NIK,” paparnya.

Selain itu ada juga BPR (Bank Perkreditan Rakyat) yang memiliki jangkauan dan sasaran masyarakat di pelosok. Pengembangan NTB Go Digital di BPR NTB akan berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat. Begitu juga akan semakin bisa mempermudah pemerintah daerah dalam menjadikan BPR NTB sebagai tempat layanan pembayaran Samsat kendaraan bermotor, pajak bumi bangunan (PBB), dan berbagai pajak serta retribusi lainnya.

“Termasuk juga di lembaga koperasi syariah sudah harus mengarah dalam pengembangan NTB Go Digital,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan pakar sekaligus praktisi aplikasi digital dari Bandung, Jawa Barat Maman Tirta Rukmana mengatakan bahwa pengembangan digitalisasi di industri keuangan sudah menjadi sebuah keniscayaan dalam memperkuat keberadaan bank daerah disaat bank umum nasional sudah mulai gencar menerapkan layanan digital berbasis aplikasi dalam mempermudah nasabah/masyarakat.

“Perbankan umum nasional sudah mulai gencar membuat berbagai aplikasi untuk layanan kepada nasabah. Hal tersebut tentu harus dijawab oleh bank daerah untuk memperkuat posisi mereka sebagai tuan rumah dan menjadi penguasa di daerah sendiri. Tentunya dengan mulai mengembangkan layanan berbasis digitalisasi aplikasi,”  katanya.

BACA JUGA: Wine Kopi dan Kopi Luwak Asli Lombok Tembus Pasar Eropa

Menurut Maman, Bank NTB Syariah sebagai satu-satunya BPD Syariah yang cukup fenomenal dan sukses melaksanakan transformasi dari konvensional menjadi syariah sudah semestinya memperkuat layanan berbasis digital aplikasi, sehingga mampu memperluas jejaring layanan nasabahnya hingga ke pelosok.

“Industri keuangan itu sudah semestinya mengembangkan layanan digital berbasis aplikasi. Mulai dari perbankan hingga lembaga koperasi di NTB sudah waktunya menerapkan layanan digital untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” imbuhnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid