Sudah Divaksin, Kadikes Mataram Positif Corona

KADIKES DIVAKSIN: Kadikes Kota Mataram, H Usman Hadi saat disuntik vaksin sinovac di Puskesmas Pejeruk beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Satu lagi pejabat teras Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram terpapar virus corona. Dia adalah Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Kota Mataram, dr H Usman Hadi. Yang cukup mengagetkan, Usman positif corona setelah tiga hari sebelumnya disuntik vaksin Covid-19.

“Bisa kami konfirmasi Kepala Dinas Kesehatan, dr H Usman Hadi positif Covid-19. Saat ini menjalani perawatan di RSUP NTB,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa, kepada Radar Lombok di Mataram, Minggu kemarin (24/1).

Terkonfirmasi juga, istri dr Usman juga disebut Gugus Tugas positif Covid-19. Sehingga keduanya kini menjalani perawatan di RSUP NTB. “Iya istri beliau juga positif,” imbuhnya.

Terpaparnya Kadikes Kota Mataram yang positif Covid-19 ini tak ayal menjadi perhatian. Pasalnya, tanggal 18 Januari lalu dia sudah menerima suntikan vaksin sinovac. Usman divaksin Covid di Puskesmas Pejeruk, Kota Mataram. selanjutnya dinyatakan positif hari Jumat (22/1). “Dua hari yang lalu beliau dinyatakan positif,” katanya.

Tentang Kadikes yang menerima suntikan vaksin dan dua hari setelahnya positif Covid-19. Nyoman mengatakan, dari penjelasan yang ia terima. Secara teori medis, antibodi terbentuk setelah 14 hari pasca melaksanakan vaksin yang kedua. Sedangkan dr Usman baru menerima vaksin satu kali.

“Jadi tidak ada masalah dengan vaksinnya. Antibodi belum terbentuk dengan sempurna, beliau sudah terpapar. Akhirnya seperti ini. Jangan disalahin vaksinnya. Karena beliau terpapar sebelum antibodi terbentuk dengan sempurna,’’ ungkapnya.

Usman menerima vaksin pertama tanggal 18 Januari. Lalu harus divaksin yang kedua 14 hari setelahnya. Vaksin kedua nantinya akan membentuk kekebalan. “Iya nanti prosesnya seperti itu,” terangnya.

Pasca dr Usman dinyatakan positif, maka kontak tracing langsung digelar untuk mengetahui dengan siapa saja dr Usman sudah kontak erat. Seperti dengan sejumlah pejabat eselon II Kota Mataram dan ASN lainnya maupun kolega yang berinteraksi kurun waktu satu minggu. “Kontak tracing sudah dilakukan sesuai Protap,” jelasnya.

Setelah kontak tracing dilakukan, gugus tugas belum memutuskan siapa saja pejabat maupun ASN yang harus mengikuti swab pasca berinteraksi dengan dr Usman. “Sejauh ini masih belum ada. Kan baru dua hari. Belum ada hasil yang dikhawatirkan. Karena beliau juga kan seorang dokter yang memahami protokol kesehatan,” katanya.

Tak kalah pentingnya, kontak tracing akan difokuskan di lingkup Dinas Kesehatan Kota Mataram. Tercatat oleh koran ini, dr Usman sempat memimpin rapat koordinasi percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada tenaga kesehatan (Nakes) Kota Mataram. Rapat digelar hari Rabu (20/1) lalu, yang dihadiri seluruh Kepala Puskesmas dan pejabat struktural Dinas Kesehatan Kota Mataram. Seluruhnya akan dilakukan tracing.

“Iya itu akan menjadi fokus untuk di-tracing. Pasti itu dilakukan, dan ini dalam proses. Termasuk juga nanti penyemprotan disinfektan di areal kantor akan kami lakukan. Semua sudah dilaksanakan. Sementara tugas dr Usman sementara ini ditangani oleh pejabat yang ada (Sekdis). Tidak ada masalah,” terangnya.

Sebelum dinyatakan positif, dr Usman dan istri sempat mengidap sejumlah gejala. Yaitu seperti demam dan pusing, serta indra penciuman yang tidak peka. Keduanya lalu memutuskan untuk di-swab dengan hasil positif Covid-19.

“Sekarang kondisi beliau stabil dan sehat. Mudah-mudaha segera bisa pulih. Gejala awalnya ada. Beliau seorang yang profesional ya. Jadi sangat memahami gejala awal dan mengikuti swab dua hari yang lalu. Hasilnya lalu positif,” ungkapnya.

Ketika koran ini mencoba untuk menghubungi dr H Usman Hadi melalui sambungan telepon, maupun pesan singkat, Kadikes masih belum memberikan jawaban tentang kondisinya saat ini. (gal)