Sudah Ada Calon Tersangka Korupsi Proyek Jalan Gunung Tunak

RUSAK: Akses jalan menuju TWA Gunung Tunak, Desa Mertak, Kecamatan Pujut yang rusak Agustus 2021. (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kasus dugaan korupsi proyek jalan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tunak di Desa Mertak, Kec0amatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah semakin terang. Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan jalan yang ambruk sepanjang 1 kilometer dari ahli fisik asal NTT, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah sudah mengantongi calon tersangka.

“Hasil pemeriksaan fisik sudah ada, untuk calon tersangka juga sudah ada,” terang Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lombok Tengah Bratha Hariputra, Minggu (16/10).

Dari hasil pememeriksaan fisik, menunjukkan jalan yang ambruk Agustus 2021 ini ditemukan adanya kekurangan volume pada pengerjaan. “Jalan yang ambruk itu diperiksa setiap satu meter ke bawah, dan dari hasil analisis ahli menyebutkan ada kekurangan volume pekerjaan,” sebutnya.

Baca Juga :  Bareskrim Limpahkan Kasus Pendopo Bupati Loteng ke Polda

Untuk calon tersangka ini, Bratha enggan membocorkan identitas, begitu juga berapa jumlah orang yang akan mempertanggungjawabkan dugaan terjadinya korupsi tersebut. “Intinya sudah ada calon tersangka yang kami kantongi,” katanya.

Dengan adanya hasil pemeriksaan ahli fisik tersebut, kini sedang ditindaklanjuti oleh tim audit dari akuntan pablik untuk mengetahui kerugian negara yang terjadi. “Saat ini kami masih menunggu hasil audit kerugian negara dan akan menetapkan tersangka,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bratha mengatakan melibatkan dua saksi ahli itu dengan tujuan untuk memperkuat alat bukti pada persidangan nantinya. Saksi ahli akuntan publik yang digunakan ini, sambungnya, juga pernah digunakan oleh Polda NTB dan Bank NTB untuk melakukan perhitungan kerugian dalam sebuah perkara.

Baca Juga :  Cegah Kejahatan, Polisi Sisir Jalanan Mataram

Sebagai informasi, jalan menuju TWA Gunung Tunak sepanjang 1 km tersebut dibangun Dinas PUPR Provinsi NTB pada 2017 dengan anggaran mencapai Rp 3 miliar. Pemenang tender proyek adalah PT Indomine Utama beralamatkan di Jalan Gora, Selagalas, Mataram.

Dalam perjalanannya, jalan tersebut ambruk. Atas dasar itulah kemudian jaksa mendalami dan menemukan beberapa indikasi dugaan korupsi. Dugaan awal dalam kasus tersebut yakni adanya kekurangan volume pekerjaan yang mengakibatkan jalan tersebut ambruk. (cr-sid)

Komentar Anda