Subsidi Habis, KMP Swarna Bahtera Berhenti Operasional

Untuk Penyeberangan Pelabuhan Badas – Tanjung Perak, Surabaya

Lalu Bayu Windya (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK )
Lalu Bayu Windya (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Operasional pelayaran kapal motor penumpang (KMP) Swarna Bahtera rute Pelabuhan Badas (Sumbawa) – Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) terhenti, karena kehabisan subsidi. Padahal, operasionalnya belum sampai satu tahun. Namun diproyeksikan akan kembali mulai beroperasi pada 2021 mendatang

“Sekarang sudah kita usulkan ke Kementerian Perhubungan supaya 2021 subsidinya bisa ada lagi. Kemarin yang dari APBD itu kita mempelopori saja, selanjutnya kita dorong dari Kemenhub,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB Lalu Bayu Windya, Kamis (27/8).

Diakuinya, terhentinya pelayaran KMP Swarna Bahtera memang disebabkan habisnya anggaran pemerintah untuk subsidi. Mengingat subsidi yang diberikan merupakan stimulan untuk mempelopori terbukanya jalur tol laut. Kendati demikian, situasi pandemi virus Corona (Covid-19) yang terjadi saat ini menjadi salah satu kendala terbesar dibukanya kembali rute Badas – Tanjung Perak.

“Apalagi, anggaran yang ada saat ini baik pusat maupun daerah banyak digunakan untuk penanggulangan dampak Covid,” tuturnya.

Untuk itu pihaknya mengajukan subsidi KMP Swarna Bahtera dapat dimasukkan dalam penyusunan APBN perubahan. Apalagi, jalur transportasi laut Pelabuhan Badas (Sumbawa) – Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) menguntungkan masyarakat pengguna.

“Tapi karena corona ini, nanti kita tindakalnjuti lagi.  Memang kita dorong setelah terbentuk rute dan penumpangnya supaya bisa dari APBN. Kalau dari APBD lagi, agak berat,” terangnya.

Bayu menilai, pengajuan subsidi dilakukan saat ini memiliki kemungkinan besar untuk disetujui. Mengingat, rute tersebut merupakan salah satu rute cukup ramai digunakan, terutama penyeberangan truk pengangkut barang. Disisi lain, ditutupnya rute Badas – Tanjung Perak sementara waktu akses transportasi dari dan ke Sumbawa – Surabaya diarahkan kembali melewati Pelabuhan Lembar.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Badas melalui Bagian Status Hukum dan Sertifikasi Kapal, Anwar Musadat, mengatakan pelayaran KMP Swarna Bahtera telah terhenti sejak Januari 2020 lalu. Karena subsidi dari pemerintah daerah untuk penganggaran 2019 telah habis. Untuk kelanjutan operasional rute tersebut diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.

“Ini kaitannya dengan subsidi, baik KMP Swarna Bahtera maupun yang ke Pulau Moyo,” katanya. (dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaSurvei AA Foundation, MUDA Lebih Unggul
Berita berikutnyaSekda: Jangan Terlalu Serius Berpolitik!