Subandi : Dermaga Kuranji Salah Teknis

GIRI MENANG – Dermaga Kuranji di Desa Kuranji Dalang Kecamatan Labuapi yang bertahun-tahun tidak dipakai setelah dibangun dan kini rusak diketahui salah teknis dan perencanaan sejak awal. Tidak hanya dermaga, di sini juga ada bangunan yang diniatkan sebagai pusat penjualan ikan yang kini beralih fungsi menjadi tempat pertemuan desa. Nilai proyek ini ratusan juta rupiah dana APBD tahun 2007. “Dermaga Kuranji itu dibuat saat Kepala DKP lama. Itu memang seharusnya dikerjakan berdasarkan analisa apakah sesuai dengan lokasi atau tidak,” demikian dijelaskan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lombok Barat H. Ahmad Subandi, Kamis (11/8).

Ia menjelaskan proyek ini. Ia menyampaikan bahwa bangunan sebenarnya bukan tidak dimanfaatkan. Jika berbicara teknis, seharusnya TPI (Tempat Penjualan Ikan) tidak dibangun di pantai setempat. Tempatnya harus layak dan terlindung. Sementara soal anggaran, Subandi mengaku tidak tau berapa anggaran pembangunan dermaga dan TPI-nya.” Kalau jumlah anggaran saya nggak tau,” ungkapnya.

Soal pemanfaatan bangunan TPI, dulu katanya, pemerintah desa meminta agar bangunan tersebut dimanfaatkan jadi kantor desa. “ Kalau dimanfaatkan oleh desa saya yang rekomendasikan,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, di Pantai Kuranji Dusun Kuranji Bangsal Desa Kuranji Dalang ada dermaga yang dibangun pada tahun 2007. Setelah dibangun, dermaga ini tidak pernah difungsikan. Dan kini kondisinya rusak berat. Tidak hanya dermaga, ada juga bangunan di wilayah pantai yang sama nasibnya.

Nelayan setempat menyayangkan tidak ada kelanjutan dermaga ini sampai sekarang. Pembangunan dermaga sepanjang 60 meter dengan tinggi 8 meter ini dulunya diniatkan untuk kelancaran usaha ikan nelayan. Dermaga ini untuk mempermudah nelayan membawa ikan hasil tangkapan ke darat. Sayang, sejak dibangun dermaga tidak pernah difungsikan. “ Kalau kami hanya mendapatkan imbasnya saja,” ungkap salah seorang nelayan.

Selain itu ada tiga lokal bangunan  yang diniatkan sebagai lokasi penjualan ikan  yang nasibnya sama. Hingga kini dermaga sudah rusak karena selama 9 tahun dibiarkan diterjang air laut tanpa perawatan.

 Kepala Desa Kuranji Dalang Sukadin menyatakan, ia sendiri tidak mengetahui sumber anggaran dermaga itu. Proses pembangunannya juga tidak pernah disosialisasikan. Sepengetahuannya, dermaga sebenarnya akan dibangun di Sekotong. Tetapi tiba-tiba saja dermaga dibangun di wilayahnya. “ Saya tidak tahu pengerjaan detailnya,” tanggapnya.(flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid