Suasana Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapas Mataram

Gelar Lomba Hingga Wisuda Santri Ponpes Lapas Mataram

Suasana Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapas Mataram
MAULID NABI : suasana perayaan maulid Nabi Muhammad oleh warga binaan Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Mataram. (Ali Ma’shum/Radar Lombok)

Perayaan kelahiran (Maulid) Nabi besar Muhammad SAW setiap tahun dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Perayaan juga digelar di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram. Seperti apa perayaannya?


ALI MA’SHUM—MATARAM


Selasa pagi (18/12) sekitar pukul 08.00 Wita, ratusan warga binaan Lapas Mataram berkumpul di aula pertemuan. Mereka menggunakan baju muslim lengkap dengan sarung serta kopiah. Tak ketinggalan juga warga binaan wanita Lapas Mataram.

Warga binaan Lapas ini berkumpul untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap bulan Rabiul Awal kalender Islam. Lantunan ayat suci Alquran dibacakan. Tak sedikit dari mereka juga melafalkan takbir, tahmid dan tahlil. Meski berada di dalam Lapas Mataram, perayaan maulid ini berjalan dengan hidmat.

BACA JUGA :  Asyiknya Liburan di Pantai Teluk Sedayu Lombok Utara

Setelah ayat suci Alquran dibacakan, tiba giliran Ustadz Baharudin menyampaikan tausiyahnya. Dalam ceramahnya, ia membahas mengenai berkah yang akan didapatkan ketika mencintai Allah SWT dan rasulnya. “ Keberkahan hidup akan didapatkan apabila selalu mengingat perintah Allah SWT dan menjalankan ajaran Rasulullah SAW,’’ ujarnya.

Kepala Lapas Mataram Gun Gun Gunawan mengatakan, peringatan maulid tersebut diikuti oleh seluruh warga binaan yang beragama Islam.

Peringatan maulid di Lapas Mataram juga dirangkai dengan beberapa kegiatan. Seperti Lomba Kultum (ceramah), Adzan, menghafal Asmaul Husna, Tartil dan Hafiz Alquran. ‘’ Sebelumnya sudah digelar lomba dan digelar sebulan yang lalu.  Di Maulid tadi diumumkan juaranya,’’ Katanya.  

Puncak perayaan maulid tersebut juga digunakan untuk mewisuda santri pondok pesantren (Ponpes) Al-ikhlas Lapas Mataram angkatan II. ‘’ Jadi disini memang ada pondok pesantrennya. Tadi kita mewisuda santri angkatan  II dan dis natalis santri angkatan III,’’ ungkapnya.

Dengan maulid tersebut diharapkan untuk lebih meningkatkan lagi nilai keberkahan kelahiran nabi Muhammad SAW. “ Itu harapan kita,’’ tandasnya.

BACA JUGA :  Melihat Keindahan Air Terjun Jeruk Manis Yang Kian Sepi Pengunjung

Sementara itu, H Bahrul Fahmi  ketua panitia Maulid Lapas Mataram mengatakan, ragam lomba yang dipertandingkan bertujuan untuk mengingatkan kembali syiar dari Rasulullah. ‘’ Meski kami ini di dalam Lapas Maulid tetap kami lakukan agar tidak lupa dengan syiar ajaran Rasulullah,’’ ujar lelaki yang menjalani vonis empat tahun ini.

Perlombaan yang digelar kata dia benar-benar memberdayakan warga binaan. Mulai dari peserta hingga juri perlombaan yang berlatar warga binaan. Khusus untuk penilai berasal dari warga binaan yang sudah mahir membaca Alquran. ‘’ Dewan hakamnya itu sudah ada dari warga binaan. Ada juga dari petugas Lapas. Jadi ini benar-benar acara yang melibatkan warga binaan,’’ Ungkapnya.

Ia bersyukur, dengan segala keterbatasan yang dimiliki, perayaan maulid nabi di Lapas Mataram sukses digelar. Meski tidak sama dengan perayaan maulid yang dilakukan masyarakat umum. Keberkahan kelahiran Nabi Muhammad SAW bisa terus diingat. ‘’ Memang beda dengan diluar. Meski tidak ada dulang. Karena disini kan cukup dengan nasi kotak saja. Itu tidak masalah karena disitulah keberkahannya,’’ pungkasnya.(*)