Suami Pergi Kerja, Istri Ditemukan Tewas Gantung Diri

TEWAS : Fita Suryani, 19 tahun, warga Dusun Pondok Komak Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara ditemukan tewas gantung diri, Selasa (3/1). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Nyawa Fita Surtani, 19 tahun, warga Dusun Pondok Komak Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara, ditemukan berakhir di dalam simpul seutas tali. Ia ditemukan tewas gantung diri di balik puntu kamarnya sekitar pukul 11.30 Wita, Selasa (3/1). Kejadian nahas itu ditemukan pertama kali oleh adik ipar korban inisial R, 13 tahun ketika baru pulang sekolah.

Waktu itu, R baru saja pulang sekolah dan langsung masuk ke kamar korban. R melihat kakak iparnya sudah tergelantung dengan seutas tali di balik pintu kamar. Sontak, R pun berteriak histeris hingga membuat warga sekitar geger. ‘’Tapi kita belum tahu penyebab atau latar belakang kejadian ini, karena sekarang saya juga masih di puskesmas untuk mengecek kondisi korban,’’ tutur Kades Lantan, Erwandi kepada Radar Lombok, kemarin.

Baca Juga :  Rekanan Proyek Menjerit, Pemda Minta Bersabar

Diceritakan Erwandi, korban baru menikah sekitar setahun lalu. Sumianya sendiri Samsul Rizal sedang tidak berada di rumah karena bekerja di ladang untuk menggarap hutan kemasyarakatan di wilayah itu. Saat korban ditinggal bekerja, menurut informasi kondisi korban masih baik-baik saja. “Makanya saat adik suaminya masuk setelah pulang sekolah kemudian menemukan korban sudah bergelantungan dengan kondisi leher terikat di sebuah paku. Tapi untuk latar belakang kejadian ini mungkin bisa ditanyakan kepada pihak kepolisian,” terangnya.

Kapolsek Batukliang Utara, IPTU Sri Bagio ketika dikonfirmasi mengatakan,  kejadiannya tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 11.30 Wita. Korban ditemukan gantung diri oleh adik iparnya R yang baru pulang sekolah. Sontak adiknya langsung teriak ketika melihat kejadian itu dan membuat warga berdatangan. “Kejadiannya tadi siang dan saat itu dirumah dia (korban, red) sendiri karena suaminya sedang pergi bekerja. Jadi korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan sebuah tali di kamarnya, tapi untuk selengkapnya masih kita dalami,’’ terang Bagio.

Baca Juga :  Gelontorkan Anggaran Rp 753 M untuk Fasilitas Pengamanan Wisatawan

Terkait dengan apakah nanti mau dilakukan otopsi untuk memperjelas penyebab kematian korban, petugas juga masih belum bisa berspekulasi karena petugas masih menunggu keputusan pihak keluarga. “Jadi untuk sementara jenazahnya kita bawa ke puskesmas dan untuk motif juga masih belum kita ketahui,” terangnya. (met)

Komentar Anda