Suami Kabur,Janda Terpaksa Jual Togel untuk Menghidupi Dua Anak

janda bandar togel
DIPERIKSA: HR lias Atun hanya bisa tertunduk saat dilakukan pemeriksaan di Polres Mataram, Kamis kemarin (27/4). (M.Haeruddin/Radar Lombok)

HR alias Atun  warga Lingkungan Gubug Mamben Keurahan Pagesangan Barat Kecamatan Mataram Kota Mataram ditangkap polisi karena terlibat judi togel online.  Seperti apa pengakuannya terlibat dalam perjudian ini?


M Haeruddin–MATARAM


ATUN hanya  bisa tertunduk dan sesekali mengusap air matanya di depan penyidik. Dia  hanya bisa menyesali perbuatannya. Perempuan berusia  34 tahun diamankan oleh tim Resmob Reskrim Polres Mataram Rabu (26/4)  sekitar pukul 22.30 Wita.

Atun pun menceritakan kisahnya sehingga terjerumus dalam perjudian online ini.  Tahun 2015 lalu, suaminya memilih meninggalkannya begitu saja.Saat itu hubungan keduanya tidak harmonis. Padahal saat itu, mereka sudah dikarunia dua orang anak. Atun pun bingung  karena harus membiayai dua orang anaknya.

“Saya ibu rumah tangga dan tidak ada pekerjaan, sementara suami saya entah kemana tidak ada kabar. Saya bingung mau menghidupi anak saya pakai apa, sehingga saya terpaksa menjual togel online,”Ungkapnya ketika ditanya wartawan, Kamis kemarin (27/4).

Kebutuhan anaknya banyak. Setiap harinya, ia membutuhkan uang ratusan ribu untuk membeli kebutuhan bayi. Sementara anaknya yang pertama juga kendati sudah besar namun tetap masih menjadi tanggunganya.”Suami saya kabur sementara setiap hari saya harus beli kebutuhan untuk anak,”ungkapnya.

Atun tidak memiliki pekerjaan. Dia juga tidak punya keahlian. Sementara desakan kebutuhan semakin tinggi. Akhirnya tercetus ide membeli kupon togel secara online di situs judi di internet dengan harapan bisa menang. ”Awalnya beli untuk sendiri, terus ada yang tahu kalau saya sering beli sehingga  mereka nitip beli  dan tetap saya layani,”ujarnya.

Dari penjualan tersebut, ia bisa menerima keuntungan hingga  Rp 300 ribu per harinya. Dari penghasilan tersebut ia bisa memenuhi kebutuhan hidup dua orang anaknya.”Cukup untuk kebutuhan hidup sehari- hari karena saya menjual itu hanya di  keluarga saja dan saya tidak pernah jual ke orang lain, apalagi sama mahasiswa,”tambahnya.

Kapolres Mataram AKBP Muhammad  menjelaskan, pelaku  sudah menjual togel online dari tahun 2015 sampai sekarang. Modusnya, dia lebih deposit di akun TOTO ANEKA dengan rata-rata nilai transfer uang sekitar Rp 500  ribu. ”Sebelum menjual togel, pelaku terlebih dahulu melakukan transfer uang ke rekening Bank BCA berinisial NS untuk mengisi saldo pada akun yang pelaku buat pada situs internet,”tambahnya.

Setelah mengisi saldo, pelaku menjual togel online tersebut melaui pesan singkat dari handphone  miliknya. Ada juga pembeli yang langsung datang ke rumah pelaku untuk memesan nomor togel yang dicatat pada kupon putih.(*)

BACA JUGA :  20 Orang Terjaring Operasi “Jaran”