Stok Vaksin Mulai Menipis

VAKSIN: Persediaan stok vaksin mulai menipis di tengah gencarnya program vaksinasi untuk mencegah penularan Covid-19. (DOKUMEN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Vaksinasi Covid-19 masih terus berjalan di Provinsi NTB. Tapi sayang stok vaksin jenis Sinovac asal China sudah mulai menipis. Pasalnya stok masih tersisi untuk di peruntukan bagi tiga kabupaten kota saja saat ini. “Stok vaksin di Provinsi 36.280 dosis yang diperuntukan kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi NTB, dr. HL. Hamzi Fikri saat dikonfirmasi Radar Lombok, Selasa (13/4).

Meski demikian, kata Hamzi sapaan akrab mantan Direktur RSUD Provinsi NTB ini, dengan kodisi stok di provinsi yang diperuntukan untuk tiga kabupaten kota tersebut masih tergolong aman. “Kondisi aman dengan target yang diberikan pusat,” akuinya.

Karena jika digabungkan dengan stok yang ada dengan sisi vaksin yang ada dikabupatan kota seban 58.000 dosis maka jumlah ketersediaan vaksin di NTB sebanyak 94.280 dosis. “Untuk ketersediaan vaksin, ada yang masih di kabupaten kota atau pelayanan dan di Provinsi,” ungkapnya.

Sementara, sambungnya dengan adanya kebijakan pemerintah pusat dari ketersediaan vaksin tersebut sangat terbatas untuk lansia dan guru, sehingga untuk pelayanan publik selain guru distop dialihksn ke bulan Mei untuk dilakukan vaksinasi. Apalagi saat ini juga terkait dengan droping vaksin disesuaikan dengan progres cakupan. “Penambahan vaksin oleh pusat disesuaiksn dengang progres cakupan, mininal buffer  5000 dosis untuk segera koord pusat,” katanya.

Dari data sementara pada tanggal 13 April 2021, cakupan vaksinasi Covid-19 di NTB dengan jumlah sasaran sebanyak 124.994 orang yang terdiri dari, tenaga kesehatan (Nakes) sebanyak, 27.638 orang, lansia 50.751 orang, publik sebanyak 21.681 orang, guru 24.924 orang. Sementara orang yang sudah divaksin covid-19 dosis pertama hinggal tanggal 12 April 2021 sebanyak 159.699 orang. Nakes 30.329 orang, lansia, 12.324 orang, publik 107.901 orang dan guru sebanyak 9.395 orang. Sedangkan untuk penyundikan dosis tahap kedua vaksin sebanyak 73.150 orang. Nakes 28.539 orang, Lansia 4.221 orang, publik 37.663 orang dan guru sebanyak 2.727 orang.

Hamzi juga membeberkan, dari jumlah vaksin Covid-19 jenis Sinovac yang sudah dikirim Pemerintah Pusat ke NTB sebanyak 327.640 dosis yang diperuntukan untuk kabupaten kota. Sedangkan untuk jenis vaksin Astrazeneca asal negara Inggris sebanyak 4500 dosis. Rinciannya, 2500 dosis untuk Polri dan 2000 dosis dari KODAM untuk TNI AD.

Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, mengatakan selama bulan ramadan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tetap berjalan. Apalagi Pemprov NTB telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur NTB soal pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di Bulan Ramadhan berpedoman pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hükum Vaksinasi COVID-19 Saat Berpuasa dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya. “Jadi selama boleh ramadhan vaksinasi tetap berjalan. Karena kita juga sudah punya SE Gubernur untuk dapat melaksanakan vaksinasi Covid-19 pada bulan puasa,” ucapnya. (sal)