Stok Pupuk KLU Masih Aman

TANJUNG-Dinas Pertanian Perkebunan Kelautan dan Perikanan (DPPKKP) Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Kepala Seksi Sarana Prasarana, Sukersih, menyatakan bahwa stok pupuk KLU masih aman hingga akhir tahun 2016. “Untuk urea masih tersisa stok 1.300 ton, NPK 500 ton, jadi masih aman sampai akhir tahun ini,” ungkapnya saat ditemui Rabu (28/9).

Kemudian untuk pupuk jenis organik, SP 36, dan ZA sendiri kata Sukersih juga masih aman, karena stok yang ditebus oleh petani juga sedikit. Diterangkan, DPPKKP sendiri senantiasa mengimbau petani untuk menerapkan pemupukan berimbang dengan perbandingan lima (pupuk organik), tiga (pupuk NPK) dan dua (pupuk urea). “Organik sendiri tidak banyak ditebus petani, karena petani kita bisa menyediakan sendiri menggunakan limbah kotoran ternak. Petani kita kebanyakan juga peternak. Itu lebih bagus. Kalau SP 36, itu tergantung petaninya,” ungkapnya.

Kalau pun nanti lanjut Sukersih, KLU berpotensi mengalami kekurangan pupuk, maka tentu nanti akan diajukan kembali tambahan kuota pupuk ke Kementerian Pertanian RI melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB. “Tapi saya yakin masih aman dengan stok yang tersisa sekarang, apalagi ini kan sudah masuk MK (Musim Kering) II,” terangnya.

Berikut kuota pupuk KLU berdasarkan Keputusan Bupati KLU Nomor: 130/1.303/DPPKKP/2016 Tentang Penetapan Alokasi Kebutuhan Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian di KLU Tahun 2016: Urea sebanyak 5.258,84 ton, ZA sebanyak 822,48 ton, SP 36 sebanyak 1.582,52 ton, organik sebanyak 1.171,03 ton, NPK sebanyak 573,57 ton.

Seperti diketahui, NPK sendiri hingga 31 Maret 2016 sudah disalurkan ke petani mencapai 556 ton. DPPKKP pun mengajukan kuota pupuk tambahan, dan akhirnya diberikan jatah tambahan sebanyak 1.000 ton pupuk NPK. “Alhamdulillah surat kita ke provinsi terkait NPK sudah dibalas, dan (KLU) mendapat tambahan 1.000 ton,” ungkap Kepala DPPKKP KLU, Hermanto Kamis (26/5). (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut