Stok Oksigen Masih Aman

CEK: Danrem 162/WB saat mengecek ketersediaan oksigen di PT Samabayu Mandala Lombok Samator di Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (25/7). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengecek ketersediaan stok oksigen di CV Bayu Bangun Sakti (BBS
OXYGEN), salah satu pelaku industri tabung oksigen di Kota Mataram, Jumat (23/7). Hal ini dilakukan guna memastikan ketersediaan oksigen pada masa pendemi Covid-19.

Menurut Zulkiefli, pengecekan itu dilakukan untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa di NTB tidak terjadi kelangkaan oksigen seperti yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia pada masa pendemi Covid-19. “Ini kita lakukan untuk menujukkan kepada masyarakat bahwa insyallah di NTB tidak ada kelanggaan oksigen,” ungkap Zulkiefli.

Saat itu juga, Zulkiefli juga memastikan langsung soal stok ketersediaan oksigen kepada pemilik di tempat pengisian oksigen yang selama ini memenuhi permintaan di semua wilayah di NTB. “Pak aman stok (oksigen) kita,” tanyanya.

Direktur CV Bayu Bangun Sakti, Mexdewa menyatakan, bahwa stok oksigen masih aman. “Aman stok (oksigen) kita,” jawab Mexdewa.

Zulkiefli juga langsung mempersilakan kepada Mexdewa untuk menjelaskan soal stok oksigen kepada awak media. Mengingat secara teknis yang lebih mengetahui soal stok adalah pemiliknya langsung. “Jadi silakan dijelasin saya tidak ngerti teknisnya,” kata Zulkiefli.

Mexdewa lalu menjelaskan bahwa untuk stok oksigen yang dimiliki setiap bulananya sebanyak 220 ton yang terpasang. Tetapi setelah pandemi permintaan mencapai 120 ton setiap bulan. “Jadi masih ada sisi dari stok yang kita miliki setiap bulan,” jelasnya.

Ia juga membatah soal adanya kabar jika terjadi kelanggaan oksigen. Terutama ke pulau Sumbawa tetapi bukan masalah tidak ada ketersediaan oksigen. Namun hal tersebut sempat terjadi karena persoalan distribusi yang mengalami keterlabatan. Bukan masalah terjadi kelanggaan. “Semua itu masalah distribusi. Apalagi kemarin pada saat idul qurban jadi tidak ada sopir yang jalan dan butuh waktu. Bukan berarti ketersediaan kami disini tidak ada tapi butuh waktu,” tepisnya.

BACA JUGA :  Waspada 11 Bencana Rutin NTB

Mexdewa juga menuturnya, sejak tanggal 29 Juni lalu karyawannya kerja terus tidak mengenal libur karena terjadi lonjakan permintaan oksigen. Tetepi pada saat libur Hari Raya Idul Adha karyawannya diliburkan. Sehingga terjadi keterlebatan pendistribuasi ke pulau Sumbawa. “Jadi nggak mungkin kami tidak mengizinkan pada saat labaran (Idul Adha) kemarin, dari sanalah terjadi lonjakan yang tidak karuan maka terjadilah (keterlabatan distribusi). Tapi syukur tadi malam yang RS Manambai (Sumbawa) sudah terdistribusi,” katanya.

Meski terjadi lonjakan permintaan, kata Mexdewa, pihaknya tidak menaikan harga oksigen per kilogram. “Kita masih per kilogram Rp 16.500 ribu itu sudah termasuk PPH (pajak) dan sudah diterima di RS,” bebernya.

Selain ketersediaan stok oksigen yang masih aman, lanjut Mexdewa untuk kertersediaan tabung oksigen juga masih terkendali sampai saat ini. Kendati demikian pihaknya telah menyiapkan ketersediaan tabung oksigen yang didistribusikan mencapai 3000 ribu lebih. “Sekitar 3000 an tabung oksigen yang habis kita distribusikan di NTB yang muter terus,” katanya.

Tak cuma gubernur,Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani didampingi Dandim 1606/Mataram Kolonel Arm Gunawan bersama Dandenkesyah Mataram Letkol Ckm dr. Gusti Nengah Gede Kartika juga turun mengecek ketersediaan oksigen di PT Samabayu Mandala Lombok Samator di Gerung, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (25/7).

Danrem menyampaikan keberadaannya di PT Samabayu Mandala Samator Lombok dalam rangka mengecek ketersediaan dan kesiapan tabung oksigen pasien Covid-19 yang sedang dirawat di rumah sakit. Hal itu menurutnya sengaja dilakukan untuk mengantisipasi ketersediaan oksigen mengingat permintaan di beberapa daerah di luar NTB meningkat dan ternyata di NTB, khususnya di Lombok juga mengalami hal yang sama. “Tadi dari penjelasan pak Manager (Arif Yasin, red) bahwa permintaan oksigen di Lombok meningkat. Biasanya sekitar 200 tabung meningkat menjadi 400 tabung oksigen per hari,” terangnya.

BACA JUGA :  Kota Mataram Tetap Berlakukan Penyekatan

Kaitan dengan ini, lanjut Ahmad Rizal meminta kepada pihak penyedia oksigen untuk meningkatkan kuantitas hasil produksi oksigen sehingga kebutuhan oksigen untuk masyarakat NTB, khususnya Lombok terpenuhi. Selain PT Samabayu Mandala Samator Lombok, masih ada penyedia oksigen lainnya yang terdapat di wilayah Kota Mataram yaitu CV BBS yang berlokasi di Loang Baloq Kota Mataram. “CV BBS ini juga mendukung kebutuhan oksigen untuk wilayah Bima. Semoga kebutuhan oksigen selama pandemi Covid-19 ataupun setelahnya tetap bisa terpenuhi sesuai kebuthan,” harapnya.

Sedangkan Manager PT Samabayu Mandala Lombok, Arif Yasin menyampaikan selama masa pandemi, ada peningkatan yang signifikan akan kebutuhan oksigen sampai sekitar 30 persen dan pihaknya terus berusahan untuk memenuhi kebutuhan oksigen.

Untuk meningkatkan jumlah produksi oksigen, pihaknya membutuhkan dukungan pelayanan dari PLN karena sangat berpengaruh terhadap hasil produksi oksigen. “Sampai hari ini, Manager PT Samabayu Mandala Lombok menyuplai  oksigen ke RSUD Kota Mataram, RS Yatofa Bodak Loteng, RSUD Selong Lotim dan RS Unram,” tutupnya.

Setelah melakukan pengecekan ketersediaan dan kesiapaan oksigen di PT Samabayu Mandala Lombok Samator dan PT BBS Oxyge, Danrem 162/WB beserta rombongan melaksanakan sidak langsung ke RSUD Kota Mataram dan RSUD Provinsi. Danrem ingin mengecek sejauh mana pengendalian distribusi oksigen di rumah sakit unutk para pasien Covid-19. Apakah sudah sesuai prosedur dan memenuhi kebutuhan dari para pasien Covid -19. (der)