Stok BBM di NTB Aman Sepanjang Libur Pergantian Tahun

Stok BBM di NTB
BAHAN BAKAR – Puluhan pengguna kendaraan bermotor nampak antri untuk melakukan pengisian BBM di salah satu SPBU di Kota Mataram. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM PT Pertamina memastikan menjamian pasokan dan stok kebutuhan untuk bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat jelang libur panjang pergantian tahun dalam kondisi aman. Begitu juga dengan setelah pergantian tahun dan memasuki 2019, stok BBM dipastikan aman.

“Alhamdulillah, pasokan dan stok BBM selama libur pergantian tahun dalam kondisi aman,” kata Sales Executive Pertamina Retail Area Ampenan Sigit Wicaksono,Rabu kemarin (26/12).

Sigit menyebtu jika ketahanan stok untuk beberapa jenis BBM jelang pergantian tahun dan pada tahun 2019 mendatang, seperti Premium ketahanan stok 6 hari, Solar ketahanan stok 14 hari, Pertamax 7,5 hari dan Pertalite ketahanan 7 hari untuk yang di Lombok. Kendati demikian, stok tersebut akan terus bertambah, seiring dengan pasokan yang terus lancar datang dari Terimal Manggis Bali.

BACA JUGA: Astindo Dorong Pelaku Usaha Terapkan Biaya Wisata Murah

Dijelaskannya untuk kebutuhan BBM untuk di Pulau Lombok saja, dari beberapa -jenis BBM, mulai Premium sebanyak 3.924 KL, Solar 8.952 KL, Pertamax 2.809 KL, dan Pertalite 2.800 KL. Untuk memenuhi kebutuhan Pertamax dan Premium yang masih kurang, nantinya dalam kurun waktu 2 hari sudah ada kapal masuk membawa Premium dan Pertamax.

Selain itu, tak hanya untuk ketersedian stok BBM di wilayah Lombok saja, namun di wilayah Bima dan Sumbawa pun dalam kondisi aman, karena pasokan juga terus lancar masuk. Tetapi tidak sebanyak di Lombok, karena banyaknya permintaan yang ada di Lombok untuk setiap SPBU. 

“Di Bima itu, Premium sebanyak 1.289KL ketahanannya sampai 4,9 hari, Biosolar 2.694 KL 4 hari dan kero 666 KL untuk 10 hari,” jelasnya.

BACA JUGA: Pasokan Daging Ayam Mulai Kurang

Selanjutnya untuk di wilayah Sumbawa, tepatnya di Badas, ketersedian stok BBM jenis Premium sebanyak 1.418KL, Biosolar  3.228 KL dan untuk Pertamax sendiri 1.180 KL. Ketahanya 4 hari  hingga 10 hari, dipastikan jika memang ada lonjakan permintaan dari masyakarat kebutuhannya cukup.

“Untuk harga jual di SPBU tidak ada perubahan baik BBM maupun BBK,” tutupnya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid