Staycation Dominasi Kunjungan Hotel di Senggigi

KUNJUNGAN : Nampak suasana resepsionis di salah satu hotel di kawasan wisata Senggigi, Lombok Barat. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kunjungan wisatawan masih sangat minim. Namun sejumlah hotel di kawasa wisata Senggigi Lombok Barat mendapat angin segar dengan jumlah staycation yang mampu meningkatkan kunjungan tamu hotel. Terlebih di tengah kondisi libur panjang hari raya Nyepi.

“Sekarang memang didominasi staycation, terutama untuk weekend, rata-rata meningkat diangka 20 persen,” kata Ketua Senggigi Hotel Association (SHA) I Ketut M Jaya Kusuma, Selasa (9/3).

Banyak staycation hanya terasa diakhir pekan saja. Karena kebanyakan wisatawan dari Mataram yang datang, untuk wisatawan Nusantara (Wisnus) relatif kurang. Sedangkan di hari-hari biasa justru tidak sebanyak diakhir pekan.

“Kalau di weekdays bisa 10-15 persen, menurun. Tapi setidaknya ada perkembangan,” ungkapnya.

Sementara itu, jika dbandingkan tahun lalu pada hari raya libur Nyepi jauh berbeda. Karena pada tahun 2020 lalu lebih baik dengan jumlah tamu yang lebih banyak. Tapi kalau sekarang Covid-19 sudah cukup lama dan arah trendnya kalau ada protokol kesehatan mulai ada permintaan kunjungan tamu.

“Mungkin dari Maret ini, kemudian April, Mei, Juni, Juli itu sudah ada masuk booking. Apalagi sudah mulai ada vaksinasi. Kita di Senggigi sudah melakukan vaksinasi tahap pertama, itu yang membuat harapan baru juga,” jelasnya.

Dikatakan, untuk bisa menarik tamu di tengah kondisi pandemi Covid-19 beberapa strategi promosi dilakukan, tentunya dalam situasi ini lebih ke staycation, kemudian memberikan spesial promo untuk market lokal dengan harga yang benar-benar membuat orang datang, terutama yang menerapkan CHSE tersebut.

“Sekarang orang-orang lokal saja yang bisa stay di sini. Jadi kami berikan promo menarik untuk mereka,” tuturnya.

Terpisah General Manajer (GM) Hotel Jayakarta Chery Abdul Hakim mengatakan, untuk saat ini industri perhotelan di kawasan wisata Senggigi bisa bernafas lega dengan angka staycation yang meningkat. Hal tersebut mendorong kondisi perhotelan bisa semakin lebih baik dari sebelumnya. Mengingat kunjungan wisatawan sangat minim untuk bisa melakukan liburan.

“Iya sementara staycation saat weekend masih banyak sekarang ini 60-70 persen. Untuk weekdays okupansi tidak sebagus weekend,” ujarnya. (dev)