Status Lotim Tanggap Darurat, Belasan Ribu Warga Masih Mengungsi

Posko penanggulangan juga dibangun di Kantor Camat Sembalun dan Kantor Desa Belanting. Kemudian mendirikan dapur umum di Kantor Camat Sembalun, Kantor Desa Belanting dan Kantor Desa Obel-obel Kecamatan Sambelia dan lain-lain. “Kita sudah menetapkan Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa di Lombok Timur selama 7 hari terhitung sejak tanggal 29 Juli,” ungkapnya.

Adapun peralatan dan logistik yang telah disalurkan oleh BPBD, diantaranya mie Instan 275 Dos, air mineral 275 dos, tenda pengungsi, makanan lauk pauk, sandang, makanan siap saji, dan lain-lain.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyampaikan, peluruhan gempa bisa berlangsung dalam beberapa pekan. Gempa susulan tidak bisa diprediksi. “Kapan akan terjadi dan berakhir tidak bisa diprediksi. Kami akan terus monitor,” terangnya.

Kepada seluruh masyarakat, diminta untuk tidak berada di lokasi rawan. Semuanya harus menjauhi bangunan yang rusak. Termasuk menghindari kawasan tebing yang curam. “Sebab berpotensi longsor karena potensi gempa susulan,” ungkapnya. (zwr)

BACA JUGA :  Mengunjungi Rumah Duka Korban Longsor Air Terjun Tiu Kelep