Status Kota Mataram Masih PPKM Level 3

TRACING KURANG: Tracing dan kontak erat di Kota Mataram masih dianggap belum mencapai target, sehingga belum bisa turun status ke PPKM level 2. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Pemerintah resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di luar Pulau Jawa dan Bali mulai 7 sampai 20 September mendatang. Pengumuman perpanjangan PPKM luar Pulau Jawa dan Bali disampaikan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

“PPKM luar Jawa-Bali diperpanjang untuk dievaluasi dua pekan,” ujar Airlangga Hartarto melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin Malam (6/9).

Evaluasi dan perpanjangan PPKM di luar Pulau Jawa Bali dilakukan setiap dua pekan. Evaluasinya juga dilakukan setiap minggu. Periode sebelumnya untuk PPKM luar Jawa-Bali adalah 24 Agustus sampai 6 September. Kini kembali diperpanjang dua pekan ke depan.

Airlangga menjelaskan, untuk PPKM level 4 diterapkan di 23 kabupaten Kota luar Pulau Jawa-Bali. Menurun dibandingkan sebelumnya di 34 Kabupaten/Kota. Jumlah Provinsi yang menerapkan PPKM level 4 juga menurun. Semula level 4 di 7 Provinsi. Sedangkan saat ini semakin membaik menyisakan 2 Provinsi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Untuk PPKM level 3 diterapkan 314 Kabupaten/Kota. Naik dari sebelumnya 303 Kabupaten/Kota. Untuk PPKM level 2 diterapkan di 49 Kabupaten/Kota. Jumlah tersebut dikatakan Hartarto sama dengan sebelumnya. Dengan artian tidak ada Kabupaten/Kota yang turun level dari level 3 ke level 2. Termasuk juga Kota Mataram dan sejumlah daerah di NTB yang dua pekan sebelumnya menerapkan PPKM level 3. Dua pekan ke depan kembali menerapkan PPKM level 3.  “Kondisinya sama dengan sebelumnya,” terang Ketua Umum Partai Golkar itu.

Kasus luar aktif di luar jawa menurun. Penurunan tertinggi disumbangkan wilayah Nusa Tenggara dengan minus 73,6 persen. Kesembuhan luar Jawa Bali juga meningkat 93,8 persen yang angkanya di atas nasional. Berikutnya fatality rate atau angka kematian di bawah nasional 2,7 persen. Selanjutnya kasus aktif 2,18 persen. “Penurunannya juga 73,76 persen dari 9 Agustus sampai 4 September,” terangnya.

BACA JUGA :  Wali Kota Ingatkan Kasus Pungli di Sekolah

Akselerasi vaksinasi juga harus terus ditingkatkan. NTB salah satu daerah yang diberikan perhatian untuk peningkatan vaksinasi. “Ini angkanya masih rendah dibandingkan angka rata-rata vaksinasi nasional,” sebutnya.

Airlangga juga mengutip arahan Presiden RI, bahwa pandemi belum berakhir dan virus Covid-19 tidak mungkin hilang secara total. “Kita hanya bisa mengendalikan dan warga masyarakat tetap harus waspada meski angka kasus turun. Namun ini belum merata dan bersifat dinamis,” katanya.

Sementara itu, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, daerah yang tidak berhasil menyelesaikan target kontak erat perharinya. Menjadi penyebab daerah tersebut tidak berhasil turun level. “Banyak daerah yang rasio kontak eratnya di bawah 5 sehingga menghambat daerah tersebut turun level. Ini penting sekali kami berharap nanti bisa rata-rata sampai 10 kontak erat target dua minggu ke depan,” katanya.

Luhut juga mengajak warga masyarakat untuk terus berdoa dan tidak lengah. “Semoga tuhan terus memberikan kita kemudahan agar kita bisa keluar dari pandemi ini. Kita jangan pernah jumawa seolah-olah ini sudah selesai. Perjalanan masih panjang dan kita harus bisa melalui rintangan ini,” ungkapnya.

Jelang pengumuman perpanjangan PPKM. Kota Mataram terus bersiap dan memaksimalkan penanganan Covid-19 diwilayahnya. Kota Mataram siap menindaklanjuti putusan pemerintah pusat tentang penentuan status perpanjangan PPKM di daerah.

“Kita tetap menantikan keputusan pemerintah pusat. Kita juga siap menindaklanjutinya sesuai ketentuan di level berapa kita berada,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa.

BACA JUGA :  Kasus Positif Covid di NTB Sudah Tembus 300 Orang

Namun target Kota Mataram tetap sama dengan sebelumnya. Yakni turun status ke PPKM level 2. Karena Kota Mataram sudah satu bulan termasuk daerah yang memberlakukan PPKM level 3. “Harapan kita tetap bisa turun status ke level 2 dan seterusnya. Tapi kita siap dengan keputusan pemerintah pusat,” katanya.

Optimisme Kota Mataram disebutnya cukup beralasan. Karena dua pekan terakhir. Tidak ada lingkungan di Kota Mataram berstatus zona merah penyebaran Covid-19. “Per 4 September. Masih tidak ada lingkungan zona merah di Kota Mataram,” ungkpnya.

Kemudian untuk lingkungan berstatus zona hijau. Jumlahnya terus meningkat sejak pekan lalu. Dari 325 Lingkungan di Kota Mataram. 224 linkungan saat ini berstatus zona hijau atau dengan persentase 68,92 persen. Selanjutnya zona kuning terdapat di 87 lingkungan dengan persentase 26,77 persen.

Sedangkan zona orange di 14 lingkungan dengan persentase 4,31 persen. “Kita sekarang didominasi oleh lingkungan yang berstatus zona hijau. Persentasenya 68,92 persen. Kita harus pertahankan dan tingkatkan terus ini,” terangnya.

Penentuan zonasi PPKM ini disebutnya sangat ketat dengan sejumlah indikator penilaian. Sementara keputusannya ditentukan langsung oleh pemerintah pusat. Mataram pun harap-harap cemas dengan keputusan pemerintah pusat ini. Karena sejumlah indikator masih tinggi di Kota Mataram. Seperti jumlah warga yang terpapar (positivity rate), angka kematian (fatality rate) yang masih fluktuatif di Kota Mataram.

“Namun angka kesembuhan kita di Mataram juga sangat tinggi di atas 91 persen. Tentunya itu juga jadi bahan pertimbangan pemerintah pusat menentukan zonasi PPKM kita,” terangnya. (gal)