Status Kota Mataram Kembali PPKM Level 1

Lalu Martawang (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Kerja keras Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membuahkan hasil. Ibu Kota Provinsi NTB itu kembali masuk level 1 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kembalinya Kota Mataram ke level 1 diumumkan saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 secara virtual yang dipimpin Menko Prekonomian Airlangga Hartarto, Minggu (13/3). Begitu juga dengan Provinsi NTB yang kembali ke level 1.

Provinsi NTB saat ini satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan PPKM level 1. “Hasil webinar nasional terakhir kita kemarin. NTB satu-satunya provinsi di Indonesia yang masuk PPKM level 1. Tentu kita juga adaptif dan bisa melaksanakan agenda kegiatan tetapi perhatikan protokol kesehatan,” ujar Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang di Mataram, kemarin (14/3).

Jumlah peserta kegiatan di Kota Mataram kini bisa ditingkatkan. Karena berbeda dengan protokol PPKM level 3 dengan jumlah maksimal peserta 50 persen dari kapasitas ruangan atau tempat penyelenggaraan. “Sekarang sudah bisa kita tingkatkan. Ayo lakukan aktivitas new normal tapi tetap pastikan menggunakan protokol kesehatan. Saya kira kita sudah sama-sama mengerti itu,” katanya.

BACA JUGA :  Selaparang Juara Umum MTQ Tingkat Kota Mataram ke-27

Walaupun masih menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tentang leveling PPKM daerah. Martawang berani memastikan Kota Mataram kembali ke PPKM level 1. “Iya dong. Kan Mataram ini bagian dari Provinsi NTB. Kita level 1, artinya ketentuan-ketentuan di level 1 menjadi sesuatu yang kita pedomani,” ungkapnya.

Penentuan Kota Mataram kembali ke PPKM level karena sejumlah capaian. Seperti capaian vaksinasi di atas 80 persen. Lalu penambahan kasus baru yang jauh menurun. Sementara angka kesembuhan terus meningkat. “Saya kira itu yang paling utama. Saat ini kondisi kita di Mataram jauh membaik,” terangnya.

Kelemahan sebelumnya juga bisa ditangani. Terutama capaian pelacakan (tracing) maupun testing. Hasil tracing dan testing sudah mampu dipenuhi sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. “Tracing dan testing itu otomatis. Kalau kasusnya zero (nol) berarti kan tracing testing tidak dibutuhkan lagi. Sekarang tugas kita untuk mempertahankan Kota Mataram tetap di PPKM level 1. Jangan abai protokol kesehatan. Itu kuncinya,” jelas Martawang.

BACA JUGA :  Uang Parkir Siswa Harus Dikembalikan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor mengatakan, dari sejumlah indikator penentuan leveling PPKM. Kota Mataram optimis untuk kembali ke PPKM level 1.

“Ada beberapa indikatornya. Kepala Dinas Kesehatan yang lebih faham. Tapi asasmennya itu dari Satgas Mendagri. Tapi asasmen kesehatannya dari Kementerian Kesehatan. Indikatornya itu ada capaian booster, lalu jumlah tracing testing, BOR rumah sakit dan lainnya. Melihat parameter yang ada. Kita berharap ke PPKM level 1. Karena tambahan pasien positif kita sudah jauh menurun,” katanya. (gal)