Stand Tidak Gratis, UMKM Enggan Berjualan di Event WSBK

illustrasi

MATARAM –  Fasilitas stand bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang akan menjual produk mereka saat event World Superbike (WSBK) di Mandalika, Lombok Tengah pada tanggal 11-13 November 2022 mendatang tidak lagi gratis alias berbayar. Selain karena anggaran daerah yang tidak memungkinkan, hal ini dilakukan guna memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM supaya mereka bisa mandiri tanpa terus menerus mengandalkan bantuan dari pemerintah.

Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesi (IWAPI) NTB Hj Baiq Diah Ratu Ganefi sangat menyayangkan keputusan Pemerintah Daerah membebankan tarif stand kepada pelaku UMKM yang berjualan di gelaran WSBK. Langkah ini dinilai tidak tepat dan sangat memberatkan pelaku UMKM.

“Kasian banget teman-teman UMKM tidak difasilitasi lapak gratis oleh Pemda. Kalau begitu mending UMKM tidak usah berjualan lagi,” ungkap Baiq Diah  Ganbefi kepada Radar Lombok, Jumat (14/10).

Baca Juga :  Travel Agen Keluhkan Tingginya Harga Tiket Pesawat

Bagaimanapun juga, lanjut Ganefi, pelaku UMKM belum bisa mandiri secara penuh. Mengingat situasi dan kondisi saat ini yang belum stabil. Belum lagi tidak ada jaminan bahwa produk yang mereka pajang di gelaran WSBK bakal laku terjual. Pengalaman sebelumnya hujan, angin, alur pengunjung yang datang juga harus tahu, sehingga kalau saat ini stand berbayar, maka UMKM sangat dirugikan.

Melihat itu, bukan tidak mungkin para UMKM engan untuk berjualan lagi pada saat event-event olahraga akbar yang digelar Pemerintah, termasuk pada gelaran WSBK pada 11-13 November mendatang.

“Pemerintah tidak lagi memfasilitasi stand gratis untuk lokasi berjualan. Artinyakan para pelaku UMKM diharuskan untuk mandiri jika ingin berjualan di WSBK,” imbuhnya.

Kalaupun nanti ada pelaku UMKM yang berjualan saat WSBK berlangsung, maka mereka adalah pelaku UMKM yang memang benar-benar memiliki jaminan bahwa produknya akan laku keras di event tersebut. “UMKM dibebankan biaya untuk melapak, maka UMKM yang sebelumnya ikut di WSBK, apakah  berdampak pada usahanya. Kemudian UMKM yang ikut berjualan di WSBK nanti adalah yang benar-benar produknya bisa terjual di sana.

Baca Juga :  PHRI Tuding Pihak Ketiga Naikkan Harga Hotel Tinggi

Ganefi berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan keringanan bagi pelaku UMKM. Terlebih bagi Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku penyelenggara event WSBK. Mestinya memiliki peran dalam memajukan UMKM. Minimal menyediakan fasilitas stand gratis bagi 30 UMKM yang betul-betul terjamin produknya bakal laku terjual.

“Belum final (keputusan Pemda) untuk tidak memfasilitasi stand gratis bagi UMKM. Semoga saja H-1 event WSBK Pemerintah Daerah punya anggaran untuk memfasilitasi UMKM,” harapnya. (cr-rat)

Komentar Anda