Stadion Utama PON Nusra 2028 Diusulkan di Lombok

FOSE : Usai melakukan pemantauan venue, sejumlah Tim TPP KONI Pusat bersama pengurus KONI NTB melakukan fose bersama.  ( KONI NTB FOR RADAR LOMBOK )

MATARAM – Apabila NTB dan Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menjadi tuan rumah bersama penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB berencana stadion utama PON XXII 2028 akan diusulkan dibangun di Pulau Lombok. 

“Apabila NTB dan NTT resmi menjadi tuan rumah PON 2028, kita (KONI NTB-red) akan mengusulkan stadion utama PON 2028 dibangun di salah satu kabupaten di Pulau Lombok,” kata Wakik Ketua KONI NTB H Suhaimi.

Pernyataan ini disampaikan Suhaimi menanggapi soal kedatangan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Tuan Rumah PON XXII/2028 di NTB belum lama ini. Rombongan TPP Calon Tuan Rumah PON yang terdiri dari 12 orang itu di Ketuai oleh Mayjen TNI (Purn) H Suwarno. 

Dijelaskan Suhaimi, kedatangan TPP ke NTB sejak tanggal 19 Agustus dan berakhir 24 Agustus lalu, selama di NTB TPP melakukan visitasi atau lebih tepatnya memantau sejumlah sarana olahraga yang dapat dibangun dan digunakan untuk penyelenggaraan PON XXII/2028. 

Menurut Suhaimi, PON XXII 2028 akan mempertandingkan sebanyak 44 cabor. Dari 44 cabor itu akan dibagi dua wilayah pertandingannya, yakni 22 cabor di NTB dan 22 cabor lagi dipertandingkan di NTT. Dalam kunjungan itu, pengurus KONI NTB bersama TPP telah meninjau sejumlah venue olahraga yang ada di NTB, mulai dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. 

Suhaimi menjelaskan, apabila NTB dan NTT telah dinyatakan secara resmi sebagai tuan rumah PON/2028, maka pihak KONI NTB akan mengusulkan stadion utama akan dibangun di salah satu kabupaten yang ada di Pulau Lombok. Tidak dijelaskan di kabupaten/kota mana akan dibangun stadion utama, karena masih dirahasiakan supaya harga tanah tetap stabil.

“Lokasi stadion utama masih dirahasiakan, karena Jangan sampai harga tanah naik,” jelasnya. 

Saat ditanya apakah GOR 17 Desember akan diusulkan sebagai stadion utama, Suhaimi menegaskan bahwa KONI NTB tidak mengusulkan GOR 17 Desember sebagai stadion utama. Pasalnya, GOR 17 Desember Turide Mataram akan direnovasi sebagai stadion atletik. 

“Usulan dari KONI Provinsi GOR 17 Desember tetap direnovasi, dan akan menjadi stadion atletik yang lengkap. Akan dilengkapi semua prasarana atletik, tidak hanya lintasan lari, namun dilengkapi seluruh nomor atletik,” terangnya. (rie) 

Komentar Anda
Baca Juga :  Kandaskan Mandalika FC, Bima Sakti Puncaki Klasemen Sementara Grup B