Stabilkan Harga, Bulog Pasok 1.000 Ton Gula Pasir

OPERASI PASAR: Guna menstabilkan harga gula di pasaran, Bulog NTB selain melakukan operasi pasar di berbagai lokasi, juga menurunkan harga eceran tertinggi menjadi Rp12.500/kg (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Provinsi NTB akhirnya berhasil menekan harga gula pasir yang sempat harganya tembus Rp 18 ribu/kg di pasaran. Sejak bulan puasa hingga saat ini, Bulog NTB terus “membanjiri” wilayah NTB dengan mendatangkan sudah lebih dari 1.000 ton gula pasir. Jelang lebaran Idhul Adha (lebaran qurban) Bulog bahkan kembali pasok 794 ton gula pasir.

Termasuk untuk menstabilkan harga gula pasir, Perum Bulog Divre NTB juga menjual dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500 /kg, setelah sebelumnya menjual dengan HET Rp13.000/kg, dimana ketika itu harga di pasaran tembus diangka Rp18.000/kg.

“Karena harga gula pasir sudah mulai turun, kami juga menurunkan harga jual menjadi Rp12.500/kg untuk HET,” kata Kepala Perum Bulog Divre NTB, Arif Mandu di Mataram, Jum’at kemarin (9/9).

Arif menyebut, satu pekan yang lalu, Bulog NTB kembali mendapatkan pasokan gula pasir sekitar 1.000 ton yang dikirim secara bertahap untuk kemudian disebar ke seluruh wilayah NTB. Khusus untuk Kota Mataram, Bulog Divre NTB menurunkan sebanyak 424 ton gula pasir. Dari 424 ton gula pasir tersebut, juga dikirimkan untuk wilayah kerja Sub Divre Sumbawa dan Sub Divre Bima. “Dalam waktu dekat ini akan datang lagi sebanyak 200 ton gula pasir ke NTB. Saat ini masih dalam proses pengapalan di Jawa Timur,” kata Arif.

Lebih lanjut Arif mengatakan, kebijakan mendatangkan gula pasir ke NTB, karena melihat kondisi harga yang begitu tinggi saat bulan puasa Ramadhan . Sehingga Bulog pusat kemudian memberikan penugasan untuk memasok gula pasir ke NTB sebagai salah satu upaya menstabilkan harga dipasaran.

Selama bulan puasa Ramadhan, Bulog NTB telah memasok gula pasir sekitar 200 ton. Namun ternyata jumlah 200 ton ketika itu belum mampu menstabilkan harga di pasaran. Alhasil, Bulog NTB kembali bersurat ke pusat agar ada penambahan pasokan sebanyak 1.000 ton gula pasir agar harga di pasaran bisa stabil. Dua minggu sebelum pelaksanan Hari Idul Adha, atau Hari Raya Kurban, pasokan gula pasir kembali datang secara bertahap.

Kedatangan gula pasir yang dipasok oleh Bulog NTB, sambung Arif, ternyata telah membuat harga di pasaran begerak turun. Karena harga di pasaran sudah turun, maka Bulog NTB juga ikut meurunkan HET menjadi Rp12.500/kg. “Intinya Bulog mendatangkan gula pasir untuk menstabilkan harga sesuai penugasan dari pusat,” ujar Arif. (luk)