Sri Rabitah Masuk Rumah Sakit Lagi

Sri Rabitah
MASIH SAKIT : Kondisi kesehatan Sri Rabitah (tengah) masih belum pulih paska operasi, bahkan kini dia masuk UGD kembali di RS Biomedika, Senin sore (6/3). (ist for Radar Lombok)

MATARAM – Derita mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Lombok Utara (KLU), Sri Rabitah tidak ada habis-habisnya. Setelah operasi pengangkatan Slang DJ stent dan batu di dalam tubuhnya berhasil dikeluarkan, kesehatannya belum juga pulih.

Operasi dilakukan pada tanggal 2 Maret lalu di Rumah Sakit (RS) Biomedika Mataram. Setelah kondisinya dinilai berangsur-angsur membaik, Sri kemudian dipindah ke Panti Sosial Marsudi Putra Paramita Mataram pada hari Minggu lalu (5/3). “Tapi sekarang sudah masuk ke UGD (Unit Gawat Darurat) lagi,” ungkap salah satu pendamping Sri Rabitah, Endang Susilowati kepada Radar Lombok, Senin malam (6/3).

[postingan number=5 tag=”ginjal”]

Dituturkan Endang, Sri Rabitah terpaksa harus dibawa lagi ke UGD RS Biomedika karena kondisi kesehatannya kembali memburuk. Sri Rabitah dibawa kembali ke RS Biomedika setelah tidak tahan dengan rasa sakit yang dialaminya. “Dia teriak-teriak kesakitan, makanya tadi sore (kemarin – red) kita langsung bawa ke UGD. Apalagi keluarganya sudah pulang ke Lombok Utara,” ucap Endang.

Biaya Sri Rabitah di RS Biomedika cukup besar saat operasi mencapai Rp 25 juta. Namun Endang sendiri tidak mempersoalkan hal itu, yang terpenting Sri segera bisa sembuh. Pihak RS juga mengerti kondisi saat ini, sehingga diberikan kemudahan bisa keluar meski belum melunasi biaya operasi.

Sejauh ini biaya-biaya dikumpulkan dari pendamping atau donatur yang peduli dengan kesehatan Sri Rabitah. Sementara, belum ada  bantuan dari pihak pemerintah.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menegaskan, kondisi kesehatan Sri Rabitah harus menjadi prioritas. Sikap Pemprov NTB jelas, membantu dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada TKW yang sempat diduga ginjal kanannya hilang tersebut.

Menurutnya, semua pihak agar tidak lagi menjadikan isu hilangnya ginjal TKW sebagai komoditas. Hal yang paling penting saat ini, kesembuhan dari pasien itu sendiri akibat adanya selang bekas operasi batu ginjal pada tahun 2014 lalu di Qatar.

Gubernur berpesan kepada seluruh jajarannya agar memberikan pelayanan terbaik kepada Sri Rabitah. “Penanganan kepada beliau yang sakit agar dilaksanakan sebaik-baiknya. Kasi pelayanan yang terbaik, agar beliau bisa sembuh,” pinta gubernur.

Untuk bertemu dengan korban, sejauh ini gubernur belum memiliki rencana. Mengingat Sri Rabitah masih dalam keadaan sakit. Selain itu, soal medis kondisi ginjal Sri Rabitah diserahkan sepenuhnya pada dokter. “Tidak bertemu, yang penting dia sembuh dulu,” jawabnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTB, Mucharom Ashadi belum bisa dihubungi untuk dimintai tanggapannya.

Pihak RS Biomedika sendiri belum mengungkap kondisi ginjal Sri Rabitah. Padahal, saat operasi beberapa hari yang lalu, tentunya sudah diketahui apakah kondisi ginjal Sri Rabitah benar utuh dan dalam kondisi baik atau sebaliknya. Direktur RS Biomedika, Dr Stefanus Gunawan yang dikonfirmasi Radar Lombok masih enggan memberikan keterangan. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid