Sprinter NTB Diupayakan Ikuti Semua Kejuaraan

Rebut Tiket PON Papua 2020

Ilustrasi sprinter
Ilustrasi

MATARAM—Pra kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) sudah didepan mata. Bagaimana tidak, tahun 2019 mendatang kelangsungan Pra PON sudah dimulai. Dengan begitu, Sprinter NTB akan diupayakan bisa turun di Jatim Open, Jateng Open, Porwil dan Kejurnas.

Pelatih Atletik Pelatda NTB Subagyo mengatakan, keinginannya agar semua atlet binaannya bisa turun di Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun untuk bisa tembus ke ajang PON tersebut, sejumlah atlet harus terlebih dahulu melewati beberapa kejuaraan sebagai Pra Kualifikasi.

Seperti di Jatim Open, Januari 2019 mendatang. Jateng Open, Maret 2019, Porwil November dan Kejurnas Estafet Desember 2019 mendatang. Semua kejuaraan ini akan diupayakan agar atletnya bisa berlaga dan meraih medali sehingga lolos sebagai peserta di PON Papua 2020 mendatang. “Kita akan upayakan sebisa mungkin, agar atlet kita bisa tampil dan lolos di Pra PON,” Katanya Rabu (24/10).

Diantara atlet Nomor 100 meter, dan 4×100 yang diandalkan adalah LM. Zohri, Fadlin, Safwaturrahman dan Iswandi. Keempat atlet ini akan diupayakan untuk harus turun di sejumlah kejuaraan sebagai tiketnya melanggeng ke PON mendatang. Semua ini sudah dipersiapkannya dari sekarang, dengan menggelar sejumlah latihan di Pelatda Mayung.

Namun dalam hal ini, ia selaku pelatih tetap akan menunggu keputusan Pengprov PASI NTB. Sebab, segala sesuatunya harus melalui PASI NTB. Sehingga saat ini, pihaknya hanya tetap fokus pada persoalan latihan. Guna melihat sejumlah kekurangan atletnya yang akan berlaga di pra Kualifikasi PON tersebut. “Tapi kalau Zohri kan sekarang di Pelatnas. Nanti yang lainnya yang kita upayakan,” lanjutnya.

Pengprov PASI NTB saat ini tambahnya, diketahui terjadi perpanjangan kepengurusan hingga Desember. Sehingga kondisi ini sangat perlu diantisipasinya, antara menggangu atau tidaknya agenda merebut tiket lewat Pra PON tersebut.

BACA JUGA: Basket Putri NTB Bungkam Tim Kaltim

Pihaknya akan tetap memperjuangkan, agar sejumlah atlet Sprinter yang diandalkannya bisa turun di sejumlah kejuaraan menuju PON tersebut. Karena jika empat kejuaraan ini tidak diikuti atlet, maka otomatis limit para atlet untuk tembus ke PON bisa terbengkalai. “Yang jelas kita akan tetap perjuangkan Kejuaraan yang dijadikan tiket PON itu. Ini sangat penting untuk karir atlet kita,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Pengprov PASI NTB H. Suhaimi mengungkapkan, mengenai sejumlah kejuaraan sebagai Pra Kualifikasi di 2019 kendatang itu merupakan kewajibannya. Sehingga ia pun berjanji akan mengupayakan agar sejumlah atlet, baik di Pelatda Mayung maupun Pelatda Harapan bisa turun ikuti kualifikasi PON tersebut. “Ini kan kewajiban kita, tetap kita akan upayakan. Meski nanti masa kepengurusan sudah selesai,” singkatnya. (rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut