Spanduk Bertebaran, Ada Upaya Bangun Opini Dukungan Jokowi Tiga Periode

TIGA PERIDOE: Puluhan spanduk dukungan terhadap Presiden Jokowi untuk tiga periode muncul di jalan bypass menuju Sirkuit Mandalika, Jumat (18/3) kemarin.FAISAL/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Munculnya puluhan spanduk dukungan terhadap Presiden Jokowi untuk tiga periode di jalan bypass menuju Sirkuit Mandalika, Jumat (18/3) kemarin, dinilai sebagai upaya sistematis dengan tujuan membangun opini masyarakat untuk mendukung Presiden Jokowi tiga periode.

“Ini upaya sistematis untuk framing atau bangun opini publik, bahwa masyarakat mendukung Jokowi tiga periode,” kata Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Mataram, Muhammad Ali.

Menurut Dekan Fisipol Universitas Muhammadiyah Mataram ini, memang sangat terbuka kemungkinan elite parpol atau mereka yang nyaman dengan kekuasaan Jokowi, menjadi aktor atau penggerak dari pemasangan spanduk itu.

Mereka ingin menciptakan upaya atau kesan, bahwa seolah-olah masyarakat mendukung masa perpanjangan jabatan Presiden Jokowi. Kemudian nanti, sangat mungkin juga dilakukan survei yang seolah-olah hasilnya bahwa rakyat Indonesia mendukung Jokowi tiga periode. “Ini mudah terbaca, seolah-olah ingin menciptakan kesan rakyat dukung Jokowi tiga periode,” ucapnya.

BACA JUGA :  Ketua Demokrat NTB Terpilih Ditetapkan Akhir Januari

Apalagi momen pemasangan spanduk Jokowi tiga periode itu, dilakukan saat MotoGP yang tengah jadi sorotan nasional bahkan dunia.

Dengan momen MotoGP tersebut, para aktor pendukung Jokowi tiga periode berharap pemasangan spanduk itu bisa berimbas terhadap peningkatan animo masyarakat terhadap Jokowi tiga periode.

Karena bagaimanapun, lanjutnya, jika opini yang terbentuk kuat, maka itu akan jadi dalih pembenar untuk melakukan amandemen UUD 45 untuk memperpanjang masa jabatan Presiden.

Semestinya kata Ali, tidak perlu ada wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden. Pasalnya, konstitusi sudah mengatur bahwa pemilu digelar setiap lima tahun sekali dan masa jabatan Presiden dibatasi dua periode.

Sehingga elite politik seharusnya menunjukkan sikap kenegarawanan dengan taat pada konstitusi. Ia menilai, tidak perlu ada perdebatan wacana pemilu ditunda dan masa jabatan presiden tiga periode. Karena konstitusi sudah mengatur hal tersebut. “Kalau elite taat konstitusi dan negarawan, tidak perlu ada perdebatan ini. Semua kembali kepada konstitusi,” tegasnya.

BACA JUGA :  Farouk Muhammad Incar Gerindra dan PKS

Baginya, masih banyak persoalan masyarakat jadi prioritas dan mendesak yang harus diselesaikan. Misalnya kelangkaan minyak goreng dan lainnya. Bukan justru energi dan pikiran habis untuk membahas sesuatu yang sudah jelas-jelas diatur dalam konstitusi. “Sekarang ini bagaimana menjawab kebutuhan mendesak masyarakat termasuk minyak goreng langka ini,” tandasnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Unram, Dr Saipul Hamdi mengatakan, ada elite oligarki yang selama ini diuntungkan. Mereka ini tampak sedang berupaya membangun opini publik untuk mendukung Jokowi tiga periode.

Pasalnya, jika Jokowi berhenti jadi Presiden, maka keuntungan mereka pun akan terhenti. Sehingga berbagai upaya dilakukan agar kekuasaan saat ini, bisa lanjut tiga periode. “Ini bagian upaya mempertahankan kekuasaan, yang dilalukan elite oligarki di sekitar kekuasaan Presiden Jokowi,” pungkasnya. (yan)