Sopir Travel Blokir Jalan ke Bangsal

TANJUNG-Sejumlah sopir travel memblokir jalan menuju pelabuhan Bangsal, sekitar pukul 9.00 Wita, kemarin (2/11).

Aksi protes sopir travel yang dinaungi Koperasi Harapan Bersama (Harber) dan Koperasi Wisata Nusantara Mancanegara (Wisnuman) ini, sengaja mengambil momentum penertiban yang dilakukan Pemkab Lombok Utara. Penolakannya, agar mobil travel liar yang sering merangsek masuk kawasan Bangsal, yang ditertibkan. Termasuk travel yang bernaung di dua koperasi ini.

Aksi ini berlangsung singkat. Para sopir ini memblokir jalan menuju pelabuhan Bangsal, hanya beberapa menit. Mereka memarkir mobilnya di sepanjang jalan, sehingga badan jalan sempat tertutup. Pihak Pemkab Lombok Utara yang saat ini tengah melakukan penertiban di Bangsal menerima perwakilan dua koperasi ini untuk berdialog. Perwakilan dua koperasi ini diterima Ketua Tim Terpadu, Ahmad Dharma, Kepala Syahbandar Lombok Utara Madhi, dan Kepala Dishubkominfo Lombok Utara Sinar Wugiyarno. “Kami ingin mobil travel dari luar ini langsung pergi setelah mengantar tamu ke Bangsal. Selama ini mereka parkir di sepanjang jalan dan menggangu aktivitas kami,” ungkap Ketua Koperasi Wisnuman, Raden Bambang Sunarto yang diwawancarai usai pertemuan.

Menurut Bambang, saat ini ada 50 anggota yang bergabung dalam Koperasi Wisnuman. Dari seluruh anggota tersebut memang ada anggota yang mangkal di dalam Bangsal mengacu pada akte pendirian koperasi yang berdiri sejak 2000 lalu. “Pemerintah mengatur agar lebih tertib dan kami terima itu. Kami bersedia dibatasi yang mangkal di Bangsal,” ujarnya.

Ia menyebtukan, bahwa inti permintaan dua koperasi ini, yaitu mobil luar yang berasal dari Kuta Lombok Tengah, Senggigi, dan Mataram harus keluar setelah mengantar penumpang. “Kalau kami list price dicantumkan di depan jadi wisatawan tahu tidak seperti makelar yang menerapkan tarif semaunya,” tuturnya.

Senada disampaikan perwakilan Koperasi Harber Andi Nursahbandi, pihaknya juga menginginkan Wisnuman dan Harber bisa melayani wisatawan bersaamaan di Bangsal. “Sudah diputuskan tadi dari Harber standby di terminal di luar. Itu tidak masalah dengan kami yang penting jelas,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Terpadu Lombok Utara, Ahmad Dharma menyampaikan, dari hasil pertemuan armada dari dua koperasi ini boleh beroperasi di Bangsal. Namun jumlahnya dibatasi, ini dilakukan agar kondisi di pelabuhan Bangsal lebih tertata dan wisatawan nyaman. “Sudah disepakati dari Wisnuman hanya lima armada yang boleh standby di areal dalam Bangsal. Sementara sisanya dan armada dari Harber standby di terminal saja,” jelasnya.

Kedepan, lanjut Dharma, kawasan dalam pelabuhan Bangsal tidak akan dipenuhi kendaraan selain kendaraan pengangkut barang. Sehingga kendaraan yang membawa penumpang seperti mobil travel hanya mengantar lalu keluar dari Bangsal dan menunggu di terminal. “Kita akan tertibkan semuanya termasuk para makelar yang menjadi keluhan banyak pelaku wisata disini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Lombok Utara Sinar Wugiyarno mengatakan, pihaknya akan segera mendata secara lengkap berapa jumlah armada travel yang ada di Bangsal. Bahkan pihaknya berencana kendaraan travel ini akan diberi nomor yang menandakan kendaraan resmi angkutan di Bangsal. “Mobil apapun hanya bisa mengantar penumpang dan keluar dari areal pelabuhan,” pungkasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid