Soal Pertumbuhan Ekonomi NTB Terendah, Gubernur Tanggapi Santai

TGB KH M Zainul Majdi
TGB KH M Zainul Majdi (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, telah merilis data pertumbuhan ekonomi triwulan pertama di NTB. Berdasarkan data tersebut, posisi NTB berada paling bawah dari 34 Provinsi apabila dihitung dengan tambang.

BACA : Pertumbuhan Ekonomi NTB Terendah se-Indonesia

Gubernur NTB, TGB KH M Zainul Majdi menananggapi santai rilis BPS tersebut. Dia mengakui, NTB berada pada posisi terakhir. “Jika dihitung dengan tambang, memang begitu. Tapi masa kita mau ukur kinerja kita secara keseluruhan dengan kebijakan perusahaan. Dia mau nambang banyak atau sedikit, kan gak relevan. Justru kita selalu gunakan hitungan di luar tambang, itu positif kok. Angkanya 4,34 persen,” terangnya, kemarin (10/5).

Menurutnya, apabila berbicara tambang, jelas berdasarkan kebijakan perusahaan itu sendiri. Di satu sisi, pemerintah daerah tidak mau kinerja atau program yang sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) diukur dan bergantung pada kinerja perusahaan. Gubernur dua periode ini yakin, pertumbuhan ekonomi NTB akan terus membaik kedepannya. Apalagi saat ini saja telah mencapai 4,34 persen. “Namanya saja triwulan pertama, insya Allah kedepan akan lebih baik,” tandasnya. 

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi NTB, Ir H Ridwansyah menjelaskan, ada 2 cara menghitung pertumbuhan ekonomi, dengan tambang dan non tambang. “Selama ini, Pemprov NTB memakai perhitungan yang non tambang,” ucapnya.