Soal Anggaran MXGP Samota, Pemprov Dinilai Langgar Prinsip Keterbukaan Anggaran

Ramli Ernanda (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Tidak terbukanya Pemprov NTB terkait anggaran untuk perhelatan Motocross Grand Prix (MXGP) Samota yang akan berlangsung pada 24-26 Juni 2022 mendatang di Kabupaten Sumbawa dinilai melanggar prinsip pemerintah yang baik.

Tudingan itu dilontarkan Direktur Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Provinsi NTB, Ramli Ernanda, menyikapi belum jelasnya anggaran yang dipergunakan dalam event berkelas internasional itu. Mengingat dalam hal ini Pemprov ikut terlibat langsung dalam mempersiapkan ajang MXGP Samota. “Menurut kami jelas melanggar prinsip pemerintahan yang baik,” kata Ramli.

Menurut Ramli, berapapun anggaran APBD yang dikeluarkan Pemprov dalam melaksanakan kegiatan harus dibuka kepada masyarakat. Apalagi dalam ajang MXGP Samota Pemprov terlibat langsung, tentu mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit. “Serupiah pun yang dikeluarkan dari APBD harus dibuka kepada masyarakat,” tambahnya.

Ramli memberikan salah satu contoh, pada saat gelaran event MotoGP Mandalika pada Maret 2022 lalu, Kementrian Keuangan merilis besaran anggaran yang digunakan dalam menyukseskan event balap berkalas internasional itu. “Rilis Kementerian Keuangan terkait dukungan anggaran penyelenggaraan MotoGP patut dicontoh pemprov NTB,” sebutnya.

Sejauh ini, sambung Ramli, Fitra NTB melihat Pemprov sangat terbatas menyampaikan soal anggaran yang dipergunakan dalam persiapan gelaran MXGP Samota. Seharusnya apapun dukungan yang diberikan Pemprov atas gelaran itu harus dibuka ke publik. Baik soal sumbar anggaran maupun dukungan dari pihak sponsorship. “Masih sangat terbatas. Pemprov perlu sampaikan apa saja bentuk dukungannya, termasuk dukungan sponsor,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Ketum IMI Puji Rocket Motor Circuit MXGP Samota Sebagai Sirkuit Motocross Terbaik Dunia

Terpisah, Komandan Lapangan Persiapan MXGP Samota, Ridwan Syah yang dikonfirmasi mengenai besaran anggaran yang dipergunakan dalam menyukseskan event kelas dunia itu, mengaku pihaknya tidak pegang anggaran. “Saya tidak pegang anggaran. Tanyakan  ke PT. SEG aja,” ujarnya.

Namun dari informasi yang diterima, sambung Ridwan, sapaan akrab yang kepala Dinas PUPR NTB ini, besaran anggaran untuk event MXGP Samota mencapai Rp 35 miliar. “Saya dengar sekitar 35 M. Tapi yang tau pasti  angka adalah penyelenggaranya,” sebutnya.

Ditanya mengenai penyelenggaran yang dapat dikonfirmasi mengenai anggaran, Rindwan enggan menjawab. Begitu juga terkait anggaran Rp 35 miliar itu bersumbar dari mana saja.

Sementara sebelumnya, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menegaskan mengenai masalah anggaran yang digunakan dalam penyelenggaraan MXGP Samota bersumber dari pihak sponsorship. Seperti misalnya ada dari PT. Pertamina, Bank Mandiri, Dunia usaha dan sebagainya. “Artinya memang ini juga ngetas kita bahwa ternyata mencari sponsor, kalau eventnya bagus itu sponsornya ada. Tergantung pengalaman kita jadi EO-nya dan saya lihat menejeman (MXGP) ini sangat profesional sekali,” katanya.

Meski sejauh ini, Gubernur belum mengetahui berapa jumlah sponsor dalam penyelenggaraan MXGP Samota secara detail. Karena masalah sponsor ada tim tersendiri yang menanganinya. “Saya tidak tahu detailnya (sponsor) karena ada timnya sendiri. Tapi sponsornya terus berproses, tapi mudah-mudahan tidak ada masalah apa-apa karena sejauh ini lancar-lancar saja,” terangnya.

BACA JUGA :  MXGP Samota Momentum Kenalkan Daerah ke Dunia Internasional

Begitu juga saat ditanya berapa jumlah anggaran yang akan digelontorkan dalam perhelatan MXGP Samota secara detalinya. “Saya nggak tahu detailnya (jumlah anggarannya) Pak Ridwan Syah yang ngerti soal itu,” katanya.

Seperti diketahui, gelaran MXGP Samota akan dihadiri oleh 500 pembalap dan kru MXGP dan MX2 yang akan dijadwalkan tiba di Kabupaten Sumbawa pada 21 Juni 2022 mendatang. Mereka berasal dari 19 negara dan siap untuk menjajal sirkuit MXGP di Samota. Sementara untuk penjualan tiket bagi penonton akan mulai dijual pada awal Juni ini, penyelenggara membagi kelas penonton menjadi tiga yaitu kelas Festival, VIP dan VVIP. Harga tiket menonton balap di kelas festival yaitu Rp 100 ribu, sementara harga tiket kelas VIP dan VVIP hingga kini belum dirilis oleh penyelenggara. Namun dipastikan jumlah tiket VIP dan VVIP jumlahnya 2.500. Tiket nanti akan dijual secara online bekerjasama dengan tiket.com maupun offline di beberapa tempat. (sal)