SMPN 3 Masbagik Wakili Lombok Timur di LSS

SMPN 3 Masbagik Wakili Lotim di LSS
BERFOSE: Kepala sekolah dan guru SMPN 3 Masbagik dengan para juri lomba sekolah sehat tingkat provinsi befose bersama. (Jalal/Radar Lombok)

SELONG – Mendapatkan predikat juara satu pada lomba sekolah sehat tingkat kabupaten Agustus lalu, kini SMPN 3 Masbagik mewakili Lombok Timur (Lotim) pada lomba yang sama di tingkat provinsi. Jika pada beberapa tahun lalu gagal mendapatkan predikat juara di provnsi, tahun ini diharapkan mampu menyabet juara sehingga bisa mewakili NTB di level nasional. 

Demikian harapan yang disampaikan Kepala SMPN 3 Masbagik, Bambang Subagio SPd usai menyambut kedatangan tim juri yang terdiri dari provinsi, Senin (13/11). “Seksligus kegiatan ini kami harapkan akan dapat diadopsi sebagai sebuah budaya dalam menjaga hidup bersih warga lingkungan sekolah,” katanya. 

BACA JUGA :  SMPN 7 Mataram Ditunjuk Jadi Sekolah Model

Program sekolah sehat ini diharapkan dapat berhasil mewujudkan sebuah karakter bagi warga lingkungan sekolah sehingga kelak akan dapat menjadi sebuah budaya. Tidak saja menjadi budaya di sekolah akan tetapi juga dapat diterapkan di rumah masing-masing. “Melalui program akan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang  sehat dan bersih serta pola hidup yang mencerminkan PHBS,” imbuhnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Hernawati SPd menambahkan bahwa sekolahnya memiliki program unggulan khususnya bidang program kesiswaan selain lingkungan hidup sekolah. “Ada lima program unggulan yang kita laksanakan yaitu program berlesehan, makanan sehat, gerakan sarapan sehat,” katanya. 

Program Berlesehan (Bersih Lestari Sehat dan Nyaman) dimana siswa merupakan pioner dalam program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dimana siswa sendiri yang tergabung dalam tim KKR yang akan mengingatkan siswa lainnya dalam melaksanakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebelum makan, kemudian mengontrol makanan bebas dari bahan berbahaya dan pengawasan terhadap makanan dan minuman layak atau tidak layak dimakan.

Sementara itu program Talingbakata  (Cinta Lingkungan Bersama Masyarakat), lanjutnya, para siswa diperkenalkan pada lingkungan masyarakat luar sekolah sekaligus melaksanakan gotong royong bersama dengan masyarakat. “Dalam program ini mendapatkan respon positif masyarakat sekaligus sebagai momentum memperkenalkan program sekolah pada masyarakat sehingga lebih dikenal dan cinta pada SMPN 3 Masbagik,” ujarnya. 

BACA JUGA :  Permudah Akses Pendidikan, Sekolah Filial Diintensifkan

Sementara itu ketersediaan apotik hidup dengan bekerjasama dengan tim biologi juga dikatakan cukup memadai. Termasuk dalam pengelolaan tanaman dan taman sekolah yang menjadi tanggung jawab setiap kelas. Sementara di luar lingkungan tanggung jawab kelas menjadi tanggung jawab para guru bersama dengan penanggungjawab pertamanan. (lal)