SMPN 2 Mataram Juara Cerdas Cermat Museum Zona Lombok

Bersama SMPN 1 Batu Layar Melaju ke Tingkat Provinsi

JUARA: Kepala Museum NTB, Bunyamin, M.Hum, menyerahkan piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada juara pertama lomba Cerdas Cermat Museum zona Lombok, SMPN 2 Mataram, Selasa (2/8). (sigitsetyo/radarlombok)

MATARAM—Upaya mengenalkan sejarah dan budaya Nusantara, khususnya terkait benda-benda bersejarah peninggalan masa lalu masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Museum Negeri NTB, selama tiga hari, 2,3 dan 4 Agustus 2022, kembali menggelar Cerdas Cermat Museum tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi NTB.

“Lomba Cerdas Cermat Museum yang digelar Museum NTB, tahun ini diikuti 19 grup pelajar jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) se NTB, yang terbagi dalam dua zona, yakni zona Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa,” kata Kepala Museum NTB, Bunyamin, M.Hum, kepada Radar Lombok, Selasa (2/8).

Untuk hari ini (kemarin) sambung Bunyamin, dilaksanakan lomba cerdas cermat untuk grup peserta yang dari zona pulau Lombok. Sedangkan pada keesokan harinya (3/8), giliran grup pelajar dari zona pulau Sumbawa yang akan berlomba.

“Baik yang di zona pulau Lombok maupun pulau Sumbawa, masing-masing daerah mengirimkan dua grup pelajar sebagai peserta lomba Cerdas Cermat Museum NTB, kecuali Kabupaten Dompu yang hanya mengirimkan satu grup peserta saja,” jelas Bunyamin.

Setelah dilaksanakan lomba dengan dewan juri yang berasal dari guru-guru mata pelajaran sejarah, dan juga dari Museum NTB, maka untuk perlombaan zona pulau Lombok, yang berhasil keluar sebagai juara pertama yaitu grup pelajar asal SMPN 2 Mataram, Kota Mataram, dengan nilai 2.000 poin.

Baca Juga :  Lestarikan Tradisi Membaca Naskah Kuno, Museum NTB Gelar Festival Pepaosan

Kemudian juara ke dua yaitu grup pelajar dari SMPN 1 Batu Layar, Lombok Barat, dengan nilai 1.650 poin, juara ke tiga SMPN 15 Mataram, Kota Mataram, dengan nilai 500 poin, dan juara harapan 1 yakni SMPN 2 Lingsar, Lombok Barat, dengan nilai 400 poin.

“Dengan demikian, untuk zona pulau Lombok, yang berhak melaju ke tingkat Provinsi NTB, adalah juara 1 dan 2, yaitu SMPN 2 Mataram dan SMPN 1 Batu Layar. Untuk nantinya akan bertanding melawan dua pemenang dari zona pulau Sumbawa. Dimana pemenangnya nanti di tingkat provinsi, akan mewakili Provinsi NTB pada ajang serupa di tingkat Nasional,” terang Bunyamin.

CERDAS CERMAT: Kepala Museum NTB, Bunyamin, M.Hum, dan para juri foto bersama usai menyerahkan piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada para juara lomba Cerdas Cermat Museum, Selasa (2/8). (sigitsetyo/radarlombok)

Kepada para pemenang lomba Cerdas Cermat Museum di zona Pulau Lombok. Masing-masing juara selain diberikan piala dan piagam penghargaan, maka untuk juara pertama juga diberikan uang pembinaan sebesar Rp 5 juta, juara ke dua Rp 4 juta, juara ke tiga Rp 3 juta, dan juara harapan satu Rp 2 juta.

Disampaikan Bunyamin, lomba Cerdas Cermat Museum tahun ini (2022), adalah kali ke delapan yang digelar Museum NTB, dengan mengacu pada program serupa secara nasional yang dilaksanakan rutin setiap tahun oleh Museum Nasional Indonesia.

Baca Juga :  Wagub NTB Buka Pameran Keliling Museum NTB di Lotim

“Tujuan utama kegiatan ini, selain hendak menguji sejauh mana ilmu dan wawasan para pelajar NTB terhadap sejarah daerahnya sendiri khususnya, dan juga Nusantara umumnya. Sekaligus menjadi ajang seleksi bagi para peserta untuk mengikuti kegiatan serupa yang akan dilakukan di tingkat Nasional,” tambah Bunyamin.

Sebelum dilaksanakan lomba di tingkat zona ini, sebelumnya masing-masing kabupaten/kota di NTB juga telah menyeleksi dan memilih yang terbaik dua perwakilannya sebagai peserta. Kemudian dua terbaik masing-masing zona, berhak melaju ke tingkat Provinsi NTB, dan pemenang tingkat provinsi inilah yang kemudian akan mewakili NTB untuk mengikuti lomba cerdas cermat permuseuman tingkat Nasional.

Karena itu pula, lanjut Bunyamin, berbagai peraturan dalam lomba Cerdas Cermat Museum di tingkat kabupaten/kota dan Provinsi NTB ini juga mengikuti tata tertib atau aturan lomba yang berlaku di tingkat Nasional. “Hal ini agar ketika mengikuti lomba tingkat Nasional nanti, peserta utusan NTB sudah memahami dan terbiasa,” pungkas Bunyamin. (gt)