SMPN 2 Mataram Bangun Pendidikan Kemitraan

BERNYANYI: Wakil Walikota, Mohan Roliskana bersama putrinya serta kepala sekolah, komite dan guru saat bernyanyi bersama dipanggung sebelum pembagian nilai di SMPN 2 Mataram (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM—Pendidikan berbasis kemitraan antara sekolah dan keluarga sangat jarang dijumpai. Namun program ini dengan mudah kita temukan di SMPN 2 Mataram.

Tujuan dari pola pendidikan berbasis kemitraan ini dihajatkan menuju sekolah yang hebat. Program pendidikan berbasis kemitraan ini mulai dilaksanakan dengan dibentuknya majlis kelas yang ada di semua kelas di SMP 2 Mataram.

Dalam pembagian nalai hasil midsemester, Sabtu (29/10), SMPN 2 Mataram menggelar berbagai kegiatan untuk mendekatkan diri antara sekolah, siswa dan orang tua wali murid.  Dalam kesempatan tersebut hadir juga Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana yang hadir sebagai wali murid dari salah satu putrinya yang tercatat secagai siswa kelas VII di sekolah itu.

Dalam kesempatan bersua dengan seluruh wali murid, Mohan sebagai kepala daerah mengatakan, momentum pertemuan antara pihak sekolah, siswa dan wali murid dianggap sangat berharga.

Kegiatan ini disebutnya patut diberikan apresiasi. "Bertemu dengan para orang tua dan guru ini sangat berharga yang harus dikembangkan," ungkap Mohan saat diberikan waktu menyampaikan sambutan.

Sebagai bagian dari orang tua siswa, ia menyampaikan apresiasi kepada  komite sekolah dan jajaran pendidik yang ada di SMPN 2 Mataram. Sekolah ini oleh pemerintah pusat sudah ditetapkan sebagai  pilot percontohan bersama  42 sekolah  secara nasional untuk mengembangkan pola pendidkan karakter.

Kedepan,  diharapkan kepada pihak sekolah terus mencari pendekatan dan mencari  simulasi yang tepat agar apa yang sudah diterapkan di sekolah bisa dikembangkan untuk diterapkan juga di sekolah yang lain.

Suasana sekolah yang bisa membaurkan antara siswa, guru dan orang tua ini memang masih jarang sekali terjadi di sekolah di Mataram. Apa yang coba dilakukan di sekolah ini memberikan atmosfer baru di lingkungan sekolah.

Kepala SMPN 2 Mataram, HL Suwarno mengatakan, pola pendidikan kemitraan ini adalalah sebuah pola pendidikan dimana para orang tua bisa memantau dan melihat bagaimana pendidikan anak-anak mereka dilaksanakan di dalam kelas dan dunia pendidikan. Caranya dengan dibentuknya majelis kelas. Setiap majelis terdiri dari semua orang tua siswa yang ada di kelas tersebut.

“Pegurusnnya pun berasal dari para orang tua siswa," ungkapnya.

Sekolah yang dipimpinnya ini diorientasikan untuk membangun pendidikan kemitraan dengan orang tua siswa. Mejlis kelas yang sudah dibentuk berkewenangan dalam kelas saja. Majelis tidak bisa ikut campur dalam majelis kelas yang lainnya.

Contoh, kelas VII A memiliki majedlis kelas yang berasal dari orang tua kelas VII A. Begitu juga dengan kelas yang lain memiliki majlis kelas yang berbeda.

Sementara itu, Ketua Komite SMP 2 Mataram, HL Abdul Hadi Faishal menyebutkan di pembagian nilai mid ini pihaknya membuat berbagai macam kegiatan. Sebut saja seperti lomba menyanyi berpasangan antara siswa dengan orang tua. Dan membuat kegiatan bazar  wirausaha bagi siswa yang ingin mencoba dunia usaha. (ami/*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid