SMP Sederajat Gelar Ujian Sekolah Serentak

Suryadi (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Seluruh peserta Ujian Nasional (UN) pada tingkat SMP/MTs/Satap tahun pelajaran 2016/2017 di Kabupaten Lombok Utara menggelar Ujian Sekolah (US) secara serentak.

Pelaksanaan Ujian Sekolah berlangsung selama empat hari mulai dari tanggal 10-13 April 2017. Baru selanjutnya peserta didik akan kembali melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang akan berlangsung pada tanggal 17-19 April mendatang. “Seluruh SMP sederajat saat ini tengah melaksanakan US yang dilaksanakan secara serentak sesuai jadwal yang telah ditentukan,” terang Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara, Suryadi kepada Radar Lombok, Rabu (12/4).

[postingan number=3 tag=”ujian”]

Ia menjelaskan, peserta UN akan melaksanakan US selama dua kali, yakni US yang dibuatkan semua soalnya dari guru dengan delapan mata pelajaran terdiri dari Bahasa Indonesia, Penjaskes, Matematika, Seni Budaya, Bahasa Inggris, Mulok, IPA dan TIK. Setelah itu, baru peserta UN akan melaksanakan USBN yang dibuatkan soal 25 persen dari pusat dan 75 persen dari MGMP. “Baru selanjutnya, para peserta melaksanakan UN pada tanggal 2, 3, 4 dan 8 Mei mendatang,” jelasnya.

Dengan pelaksanaan US dan USBN akan diperiksa langsung dewan guru langsung, dan pihak dinas tidak ikut campur dalam proses penilaian. Sebab, dinas hanya memberikan arahan dan menfasilitasi. “Jadi, yang berhak memberikan penentuan kelulusan para guru yang lebih mengetahui dengan melihat hasil US, USBN dan UN,” terangnya.

Lebih jauh diterangnya, jumlah peserta UN SMP sederajat pada tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 3.592 yang terbagi 1.030 siswa yang melaksanakan UNBK dan 2.562 siswa yang melaksanakan UNKP. Terkait apakah semua peserta mengikuti UN, pihaknya belum bisa mengetahui. Pihaknya baru akan mengetahui setelah pelaksanaan digelar. “Jika pun ada siswa yang tidak ikut serta karena kondisi sakit, maka aka nada ujian susulan ketiga tahapan ujian tersebut,” tandasnya.

Adapun jumlah sekolah yang mengikuti UNBK terdiri dari SMPN 1 Pemenang, SMPN 1 Tanjung, SMPN 1 dan 2 Gangga, SMPN 1 Kayangan dan SMPN 1 Bayan. Sedangkan, yang melaksanakan UNKP 9 sekolah dari jumlah 16 jumlah sekolah yang ada. “Hanya SMP 2 Pemenang yang tidak melaksanakan ujian, karena sekolah ini baru dan siswa baru sampai kelas dua,” ungkapnya.  

Bagi sekolah yang melaksanakan UNBK kekurangan komputer, maka sekolah-sekolah ini akan meminjam ke sekolah tingkat SMA/SMK yang sudah melaksanakan UNBK. Sebab, pihaknya baru bisa memberikan bantuan pengadaan computer ke SMPN 1 Gangga dan SMPN 1 Pemenang masing-masing 15 unit. “Dan pihak sekolah juga boleh mengadakan melalui dana BOS sebanyak 5 unit, jika lebih tidak boleh. Jadi, kita akan berikan pengadaan secara bertahap kepada sekolah-sekolah, sehingga solusi sementara hanya meminjam,” tandasnya.

Sementara persiapan listrik sendiri, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak PLN. Ketika padam listrik, maka jawaban soal para peserta UN tidak akan terhapus, karena telah diatur langsung menyimpan. Kemudian, pengawas yang akan ditaruh di masing-masing sekolah berbeda-beda. Sekolah yang melaksanakan UNBK akan ditaruhkan 3 pengawas terdiri dari proctor, teknisi dan guru pengawas, sedangkan UNKP masing-masing dua pengawas per ruangan. “Ada dua ruangan yang dipakai dengan tiga sesi,” pungkasnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid